Keprisatu.com – Penerapan protokol kesehatan (protkes) dalam transportasi laut di Provinsi Kepri mulai lemah. Satgas Covid-19 Kepri bahkan mendapatkan laporan bahwa di dalam feri mulai ada yang tidak menggunakan masker.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kepri yang juga Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah menyoroti lemahnya protokol transportasi laut Kepri ini. Hal itu ia ungkapkan saat memimpin Video Conference Rapat Koordinasi Pengawasan Protokol Kesehatan di Atas Kapal dan Terminal Di Ruang Rapat Utama Lantai IV, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (2/2/2021).

Menurut dia, belakangan, berdasarkan laporan dari Satgas Covid-19 Kepri, bahwa protkes masyarakat mulai lemah. Terutama dalam menerapkan protokol kesehatan khususnya dalam transportasi kapal laut.

”Bahkan kasus beberapa hari ini ada penemuan, penumpang kapal membeludak hingga penumpang berdiri. Beberapa dari mereka tidak menggunakan masker,” ungkap Arif.

Untuk itu ia meminta kepada semua pihak agar sarana transportasi laut dan udara yang beroperasi di Kepulauan Riau, tidak menjadi klaster baru covid-19.

“Ini yang menjadi perhatian kita bersama, jangan sampai hal ini kita biarkan. Sehingga kasus covid-19 di Kepri tidak pernah usai,” ucapnya.

BACA JUGA: 199 Meninggal, Kepri Bukan Zona Aman Covid-19

Satgas Covid-19 Kepri berharap dukungan pemerintah kabupaten/kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Syahbandar, Pelindo I. Bahkan kepada pemilik transportasi untuk bersama terus mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di lapangan.

Mulai dari proses antri pembelian tiket, masuk ke kapal, duduk di dalam kapal, hingga sampai dan turun dari kapal agar tetap memperhatikan kaidah protokol kesehatan. Yaitu menjaga jarak dan selalu pakai masker.

“Sosialisasi harus terus kita lakukan, baik dengan banner, selebaran, atau dalam bentuk video imbauan dari kepala. Daerah yang akan kita tampilkan di setiap TV di Kapal, agar semua paham pentingnya protokol kesehatan,” ucapnya.

Arif mengajak semua bekerja sama bahkan jika mungkin mengajak para ABK untuk menjadi unit satgas covid dalam kapal, sehingga mereka juga ikut memantau penerapan protokol kesehatan bagi penumpang.

Mengenai perkembangan kasus covid-19, Arif mencatat hingga Senin (1/2/2021) kasus positif 8.169, dengan kasus aktif 664, sembuh 7.302, dan kasus meninggal 203 atau 2,3 persen.

”Saat ini kasus tertinggi masih di Kota Batam, menyusul Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun bahkan Natuna sekarang juga telah masuk zona oranye. Tinggal Lingga dan Anambas yang masih di Zona Kuning. Jadi kita harus hati-hati,” jelasnya. (ks04)

editor: arham