Keprisatu.com – Sepanjang tahun 2020, sebanyak 203 orang warga binaan Rumah Tahanan Kelas II Tanjungbalai Karimun terima program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Program Asimilasi adalah proses pembinaan  narapidana dan anak yang dilaksanakan dengan membaurkan narapidana dan anak dalam kehidupan masyarakat.

Program Asimilasi dilaksanakan di rumah. Proses pembimbingan dan pengawasan asimilasi dan integrasi dilaksanakan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas), di mana laporan pembimbingan dan pengawasan dilakukan secara daring.

Kepala Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Kelas II Tanjungbalai Karimun Dodi Naksabani mengatakan, pada tahun 2021, program Asimilasi dilakukan perpanjangan hingga Juli mendatang.

Menurutnya, tahun 2021 ini terjadi pengetatan persyaratan untuk warga binaan yang akan menerima asimilasi. Hal tersebut sesuai dengan Permenkumham nomor 32 tahun 2020.

“Dalam Permenkumham Nomor 32 tahun 2020 terdapat beberapa poin penyempurnaan sebagai pengganti Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19,” kata Dodi, Selasa (2/2/2021).

Ia mengatakan, di dalam Permenkumham itu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi warga binaan, salah satunya penelitian masyarakat.

“Ada persyaratan baru, yaitu melalui metode wawancara terhadap yang bersangkutan, keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Apabila tidak memenuhi kreteria, maka tidak bisa,” katanya.

Lanjut Dodi, warga binaan yang mendapat program asimilasi juga dibatasi, ada beberapa warga binaan tidak bisa menerima asimilasi, antara lain dari kasus pemerkosaan, pembunuhan, pencabulan, narkotika diatas 5 tahun dan lainnya.

“Ada juga assement resiko. Jadi untuk tahun 2021 ini lebih diperketat,” katanya.

Dodi mengatakan, selama tahun 2020 lalu, sebanyak 203 warga binaan telah menerima program asimilasi, sementara untuk tahun 2021 sebanyak 27 orang.

“Kemarin ada 27 orang WBP, itu perdana di tahun 2021,” katanya.

Ia berharap, program asimilasi ini dapat dimanfaatkan warga binaan untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi lagi perbuatan mereka.

“Saya berpesan, patuhi segala persyaratan. Jangan disia- siakan,” katanya. (KS12)

Editor : Joko