Menpora Jelaskan Alasan Penundaan PON Papua ke Oktober 2021

Keprisatu.com – Mundurnya pelaksanaan event olahraga terkait pandemi
corona membuat penyelenggara berusaha mencari jadwal yang terbaik.
Salah satu yang terkena imbasnya adalah pelaksanaan PON 2020.

Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno mengatakan penyelenggaraan Pekan
Olahraga Nasional (PON) Papua diperkirakan digelar awal Oktober tahun
depan. Ini pemerintah memutuskan untuk menunda pesta empat tahunan itu
selama setahun.

“Jadi mungkin tanggal pelaksanaannya 2 sampai 14 Oktober 2021.
Pembukaan hari Sabtu. Itu waktu paling ideal karena tidak bentrok
dengan Olimpiade di Juli sampai Agustus dan SEA Games di November,”
kata dia saat dihubungi Antara, Kamis (30/4).

Setelah Presiden Joko Widodo memutuskan menggeser jadwal pelaksanaan
PON, Suwarno mengaku sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kemenpora.
Sudah ada laporan terkait perkembangan terakhir di Papua. Mulai dari
pembangunan venue, persiapan akomodasi, dan peralatan.

KONI Pusat, menurut Suwarno akan langsung menyusun penyesuaian-
penyesuaian yang meliputi beberapa hal seperti pengecekan keabsahan
atlet, ‘entry by name’, hingga tahapan kualifikasi beberapa cabang
olahraga yang belum tuntas.

Juli ini seharusnya ada pertemuan CdM kedua, dilanjutkan dengan
delegation registration meeting (DRM) untuk mengecek keabsahan atlet.
Sementara itu, entry by name seharusnya selesai pada 20 April ini.

“Tapi melihat kondisi saat ini dan sudah diputuskan mundur. Maka
tahapannya akan kita tata lagi pekan depan,” ujar Suwarno.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memutuskan menunda pelaksanaan PON
Papua yang seharusnya digelar pada 20 Oktober sampai 2 November hingga
Oktober tahun depan. Namun pemerintah belum menentukan tanggal
penyelenggarannya.

Pemilihan waktu untuk diundur ke Oktober tahun depan itu telah
disesuaikan agar tidak bentrok dengan multievent olahraga internasional
lainnya seperti Piala Dunia U-20 (Mei-Juni 2021), Olimpiade Tokyo
(Juli-Agustus), dan SEA Games Vietnam (November). (*)

sumber: jawapos.com