Keprisatu.com – Polsek KKP Polresta Barelang konsisten terhadap kejahatan people smuggling yang merupakan perhatian utama di Polsek KKP. Hal ini bertujuan, agar tidak ada lagi korban PMI yang karena diduga menggunakan “surat bodong” alias ilegal dan terkatung-katung di negeri orang lain.

Untuk itu, Kapolsek KKP Polresta Barelang AKP Budi Hartono mengatakan, pihaknya telah menangkap dua yakni satu orang laki-laki dewasa yakni TT dan satu orang perempuan dewasa yakni SS sebagai pelaku dalam Tindak Pidana Pekerja Migran Indonesia pada Selasa (2/2/21) pagi.

“Pada kasus ini, SN korban yang ingin bekerja di Singapura diantar oleh TT. Saat dicek kelengkapan surat-suratnya diduga ilegal,” ujarnya Selasa (2/2/21) malam.

Dia menjelaskan, kronologis penangkapan ini yakni pada Selasa (2/2/21) Opsnal Reskrim Polsek KKP Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Polresta Barelang Iptu Muhammad Hazaquan mengamankan satu orang perempuan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) inisial SN dan satu laki- laki dewasa inisial TT yang mengantarkan korban ke pelabuhan internasional Batam Center.

“Selanjutnya dari keterangan TT, yang melakukan pengurusan di Batam ialah SS dan selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap SS dikawasan Tiban, Sekupang selanjutnya barang bukti beserta tersangka dan calon PMI yakni SN warga Tegal dibawa kekantor Polsek Kawasan Pelabuhan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Turut juga dibawa beberapa barang bukti yakni 1 unit mobil Honda Accord warna hitam BP 1095 DZ, 2 unit Handphone, 1 buah buku paspor calon PMI yakni SN, 1 buah buku pemeriksaan PCR Swab Klinik MediLab atas nama SN, 3 lembar surat ICA atas nama SN, 5 lembar surat MOM atas nama SN, 1 lembar tiket kapal atas nama SN, 1 lembar KTP atas nama SN dan ATM Bank BRI.

“Kami akan koordinasi dengan BP3TKI Batam, pemeriksaan saksi ahli dan proses lanjut, percepat pemberkasan kirim ke JPU,” pungkasnya. KS14

Editor : Joko