Para tersangka kasus narkoba yang diamankan Polres Karimun dalam sebulan terakhir.

Keprisatu.com- Sebanyak 7 orang dicokok Satuan Reserse dan Narkoba (Satresnarkoba) Polres Karimun karena diduga terlibat jaringan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Karimun. Dari tangan ketujuh tersangka, polisi menyita barang bukti 100,75 gram ganja dan 183,58 gram sabu.

Ketujuh orang itu terdiri dari 6 laki- laki dan 1 perempuan. Mereka diamankan dari 4 kasus berbeda yang berhasil diungkap Satresnakoba Polres Karimun selama periode 14 Juli hingga 14 Agustus 2020.

“Ketujuh tersangka diamankan di tiga kecamatan berbeda, di antaranya Kecamatan Karimun, Meral, dan Tebing. Mereka kita amankan dalam satu bulan belakang ini,” kata Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan di Mapolres Karimun, Senin (31/8/2020).

Adenan menyebutkan, di wilayah Kecamatan Karimun, polisi mengamankan pria berinisial Sy dengan barang bukti 4 paket narkotika jenis sabu. Kemudian Bp dengan barang bukti seberat 1 paket sabu, Ao dengan 1 paket sabu, dan Mz dengan 2 paket sabu.

Sementara di Kecamatan Meral, polisi berhasil mengamankan Es dengan barang bukti 6 paket ganja dan Rf dengan barang bukti berupa sabu sebanyak 10 paket.

Selanjutnya, di wilayah Kecamatan Tebing, polisi mengamankan Jh dengan barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak 2 paket.

“Tujuh orang ini telah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan di Mapolres Karimun,” katanya.

Atas perbuatan ketujuh pelaku, polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 114 ayat ( 2 ) Subsider 112 ayat ( 2 ) Undang – Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup atau hukuman mati atau pidana denda Rp1 milar sampai Rp10 miliar.

Para tersangka juga dijerat Pasal 114 ayat ( 1 ) Subsider Pasal 112 ayat ( 1 ) Subsider Pasal 111 ayat ( 1 ) Undang – Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau pidana denda Rp800 juta sampai Rp10 miliar. (KS 12)

Editor: zaki