Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin saat berbicara di Engku Putri Batam Centre, Selasa (3/11/2020).

Keprisatu.com – Penyebaran Covid-19 di Kota Batam, Provinsi Kepri, yang masih tinggi menjadikan pulau industri ini zona merah. Dari tujuh kota/Kabupaten Kepri, Batam paling tinggi angka kasus positif dan meninggal.

“Saya sudah gelisah melihat penyebaran Covid-19 di Batam. Sekarang kalau dilihat peta penyebaran Covid-19, merahnya sudah pekat dan hampir kehitam-hitaman,” kata Pjs Gubernur Kepri (Gubkepri) Bahtiar Baharudin, Selasa (3/11/2020) di Engku Putri Batam Centre.

Menurutnya, memutus mata rantai penularan Covid-19 tidak harus memberlakukan PSBB, namun harus memperhatikan protokol kesehatan (protkes). Sebab, dengan mengikuti anjuran tersebut, setidaknya virus yang menular melalui percikan air liur tidak masuk ke tubuh seseorang.

“PSBB penting, tapi yang lebih penting ialah patuhi protkes, gunakan masker bila keluar rumah, selalu cuci tangan, jaga jarak dan jangan keluar rumah kalau tidak ada keperluan,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, diharapkan masyarakat Batam dapat berperilaku sehat dengan menjaga asupan makanan. Karena virus ini bisa dilawan apabila daya tahan tubuh (imunitas tubuh) seseorang kuat.

“Bila perlu Pemko Batam berikan vitamin C dan E kepada warga yang tidak mampu, bagi pengusaha juga berikan vitamin untuk karyawannya. Ini semua untuk kepentingan kita bersama,” ujarnya.

Bahtiar mengatakan, seharusnya Pemerintah Kota Batam mudah mengendalikan penyebaran Covid-19. Karena, selama ini masyarakatnya tinggal di kawasan terpadu atau tempat tinggalnya satu tempat.

“Batam ini kecil, penduduknya hanya 1,3 jutaan saja. Kawasan untuk tempat tinggal juga tertata, harusnya pemerintah mudah untuk mengendalikan Covid-19,” jelasnya. (ks10)

editor: arham