Calon Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina.

Keprisatu.com – Ruangan di Golden Prawn riuh oleh kaum milenial Kerukunan Keluarga Besar Kabupaten Karimun Batam (Kerabat) Barisan Keamanan Daerah (Berkad), saat menyambut kehadiran Hj Marlin Agustina. Kehadiaran Marlin tidak hanya untuk sekedar bersilaturahmi sebagai Ketua Kerabat & Berkad, namun juga sebagai Calon Wakil Gubernur Kepri, Minggu (29/11).

“Saya akan membuka sambutan ini dengan sebuah kisah tentang restorasi Meiji di Jepang,” jelasnya.

Menurut Marlin, dulunya orang Jepang juga masih terbelakang karena politik mengisolasi diri dari luar (Sakoku). Sehingga mereka keheranan ketika pada 8 Juli 1853, ada empat kapal uap dan sebuah kapal Induk, Amerika (USS Powhatan), tiba di Pelabuhan Edo, Tokyo.

“Saking belum pernah melihat kapal uap, orang-orang Jepang mengira kapal-kapal itu adalah ular-ular naga besar yang marah, karena mengeluarkan asap hitam,” terang Marlin.

Singkat kata, dari peristiwa ini orang Jepang langsung membuka politik isolasi, mencanangkan program reformasi besar-besaran. Tujuan utamanya menciptakan sebuah bangsa yang mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa Barat. Reformasi itu kemudian dikenal dengan nama Restorasi Meiji.

Menurut Marlin semangat untuk maju itu harus ditiru. Khususnya bagi anak-anak muda.

Tantangan saat ini lebih hebat lagi, akibat arus globalisasi yang semakin cepat, di mana anak muda dapat berinteraksi dengan manusia dari berbagai belahan dunia.

“Maka itu harus siapkan diri. Dengan prestasi dan kompetensi, saya yakin kita akan bisa menaklukkan dunia kerja,” terangnya.

Menurut Marlin dirinya sudah menyiapkan program untuk pengembangan kompetensi bagi kaum muda. Misalnya memperbanyak pendidikan vokasi atau kejuruan.

“Saya bersama Pak Ansar (calon gubernur Kepri pasangan Marlin) menyadari masalah ini. Karena itu akan sekuat tenaga mengarahkan anak muda untuk belajar dengan semangat tinggi agar bisa berprestasi hebat, sehingga mudah menaklukkan dunia kerja,” terangnya.

Menurut Marlin, dunia kerja saat ini sangat netral. Hanya yang berprestasi yang bisa survive, sedang yang berkompetensi rendah dan tidak punya prestasi akan tersingkir.(aini/r)