Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad

Keprisatu.com – Pemko Batam merencanakan denda yang akan diterapkan kepada orang  yang melanggar protokol kesehatan. Sanksi ini kisaran Rp. 250.000 untuk individu yangg melanggar dan minimal Rp. 500.000 untuk badan usaha yang melanggar.

Soal sanksi ini Wakil Walikota Batam menjelaskan beberapa masukan yang ada adalah, sangsi untuk per seorangan (person), sangsi badan (pelaku) usaha dan lain-lain. Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad menjelaskan  untuk sanksi denda badan usaha, akan ada klasifikasinya menurut jenis usaha yang dijalankan.

Contohnya pedagang kaki lima dendanya Rp 500.000. Untuk badan usaha yang sifatnya seperti cafe dan sejenisnya Rp 750.000, dan badan usaha seperti mall akan di denda sebesar Rp1.000.000.

Hal ini disampaikan Amsakar Achmad pada rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam,  terkait Peraturan Wali Kota (Perwako) Batam tentang Penerapan Disiplin dan Penegahan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Kamis (27/08).

Kata Amsakar, sanksi ini bagi setiap masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan berupa  teguran tertulis dan lisan dan kedua denda berupa uang.

Amsakar menyampaikan, adanya Perwako tersebut bukan untuk memberatkan masyarakat Batam. Namun, Perwako ini bertujuan menjaga masyarakat agar terhindar dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Tujaunnya bukan untuk menghukum, tapi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Batam. Dengan semua makin sadar dan patuh, maka akan lebih mudah kita menangani Covid-19 ini,” ujarnya.

Amsakar meminta agar masyarakat Batam terus mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, rutin mencuci tangan. Ia mengaku, sajauh ini kesadaran masyarakat Batam menerapkan protokol kesehatan mulai kendor.

Apalagi, ditambah dengan angka penularan Covid-19 yang terus bertambah. Angka terakhir total pasien corona di Kota Batam adalah 545 kasus covid-19. (ks03)