Dirut PTAM Tirta Mulia Karimun Indra Santo saat ditahan Kejaksaan Karimun beberapa waktu lalu. (Dok)

Keprisatu.com- Kejaksaan Negeri Karimun limpahkan perkara dugaan korupsi PDAM Tirta Mulia Karimun ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) di Tanjungpinang, Senin (29/3/2021) kemarin.

Perkara korupsi itu menyeret dua mantan petinggi PDAM Tirta Mulia Karimun, antara lain mantan Direktur Utama Indra Santo dan Kepala Bagian Keuangan Joni Setiawan.

Dari hasil perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), keduanya telah merugikan negara sebesar Rp4,9 miliar atau Rp4.948.908.775. Perkara itu mulai dilakukan penyelidikan sejak Juni 2020 lalu oleh Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun.

“Perkara korupsi ini telah kita limpahkan kemarin ke Pengadilan Tipidkor Tanjungpinang. Hasil perhitungan BPKP kerugian negara mencapai Rp4,9 miliar,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Karimun, Susanto Martua, Selasa (30/3/2021).

Ia mengatakan, keduanya didakwakan pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi dan pasal 3 Jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi.

“Mereka terancam hukuman maksimal seumur hidup,” kata Martua.

Menurut Martua, perkara korupsi PDAM Tirta Karimun itu akan segera disidangkan di Pengadilan Tipidkor Tanjungpinang secara online.

“Mereka tetap dilakukan penahanan di Karimun. Sidang akan digelar secara online, karena kondisi sedang pandemi seperti ini,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Karimun resmi melakukan penahanan terhadap mantan Direktur dan Kepala Bagian Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mulia Karimun, atas dugaan korupsi penyalahgunaan retribusi, Rabu (16/12/2021)

Keduanya diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dan merugikan negara hingga Rp4,9 miliar. Is dan Js mulai melakukan penyalahgunaan anggaran retribusi sejak awal tahun 2019 atau saat terjadinya pergantian dewan pengawas PDAM.

Adapun modus keduanya ialah dengan menarik kas PDAM tanpa ada pertanggungjawabannya. Uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi.

(Ks12)