Beranda Batam Perjalanan Sunyi Agus Bagjana di Atas Roda Dua Menuju Tanah Suci

Perjalanan Sunyi Agus Bagjana di Atas Roda Dua Menuju Tanah Suci

Agus Bagjana dan Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin

Keprisatu.com – Pagi itu di Mapolda Kepulauan Riau terasa berbeda. Bukan karena upacara besar atau agenda kenegaraan, melainkan karena sebuah rencana perjalanan sunyi yang sarat makna.

Agus Bagjana, wartawan senior sekaligus Ketua Dewan Penasihat PWI Kota Batam, datang bersilaturahmi menjelang keberangkatannya menjelajahi 13 negara dengan sepeda motor — sebuah perjalanan panjang dari Tanah Air menuju Tanah Suci.

Di ruang Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, bukan sekadar dukungan yang ia terima, melainkan juga pesan-pesan yang lebih menyerupai doa. Pesan tentang menjaga diri, menjaga keselamatan, dan menjaga nama baik Indonesia di negeri orang.

Sebab perjalanan ini bukan hanya milik Agus dan rekannya, Muhammad Ravi, tetapi juga membawa simbol kecil tentang siapa kita sebagai bangsa.

Rute yang akan dilalui bukan rute biasa. Dari Banten — tempat perjalanan ini akan dilepas pada puncak Hari Pers Nasional 9 Februari 2026 — mereka akan melintasi Malaysia, Thailand, Laos, China, Nepal, India, Pakistan, Afghanistan, Uzbekistan, Iran, Uni Emirat Arab, hingga akhirnya berlabuh di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah.

Enam bulan di atas aspal, menembus batas negara, budaya, bahasa, dan hukum yang berbeda-beda.

Kapolda Kepri mengingatkan bahwa di balik kebebasan jalan raya, ada aturan yang harus ditaati. Bahwa keselamatan bukan sekadar soal helm dan jaket pelindung, melainkan juga soal sikap, kesabaran, dan ketaatan pada hukum di setiap negeri yang dilewati.

“Jaga kesehatan, jaga keselamatan, waspada, dan tetap jaga nama baik bangsa,” pesannya — sederhana, tetapi berat tanggung jawabnya.

Maka perjalanan ini sejatinya bukan hanya tentang menaklukkan jarak, melainkan menata niat. Di atas sepeda motor itu, Agus Bagjana bukan hanya mengendarai mesin, tetapi juga mengendarai doa, harapan, dan citra Indonesia.

Dari Tanah Air menuju Tanah Suci, ia membawa satu pesan sunyi: bahwa perjalanan bisa menjadi ibadah, jika dijalani dengan niat baik, adab yang baik, dan tujuan yang baik. (tjo)