
Keprisatu.com – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 Nahdlatul Ulama (NU) digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Kelurahan Tanjungpiayu di Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam. Acara dipusatkan di Masjid Baitul Muttaqien, Kavling Pancur Pelabuhan, Sabtu (7/2/2026) malam. Dihadiri warga muslim di Tanjung Piayu dan sekitarnya dalam suasana religius dan penuh kebersamaan.
Acara digelar oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Tanjung Piayu sebagai bagian dari rangkaian peringatan harlah NU yang mengusung semangat kemandirian organisasi untuk kemaslahatan umat. Jamaah tampak memadati halaman masjid sejak selepas salat Isya untuk mengikuti rangkaian kegiatan.
Peringatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama untuk para ulama serta tokoh NU yang telah berjasa dalam perjuangan dakwah. Suasana khusyuk menyelimuti masjid saat jamaah larut dalam lantunan zikir dan shalawat Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat Sungai Beduk. Selain itu, harlah NU diharapkan memperkuat peran organisasi dalam menjaga nilai keislaman yang moderat dan ramah budaya.
Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang disampaikan KH Dr. Agil Misbah, SH., MM. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya kemandirian umat dalam bidang sosial, pendidikan, dan ekonomi sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.
KH Agil Misbah juga mengingatkan bahwa NU lahir dari semangat menjaga tradisi keilmuan ulama sekaligus merawat persatuan bangsa. Menurutnya, peringatan harlah bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat akan tanggung jawab moral warga NU.
Jamaah yang hadir tampak antusias menyimak ceramah yang disampaikan dengan gaya komunikatif dan penuh pesan kebangsaan. Sesekali terdengar lantunan shalawat yang diikuti bersama oleh para hadirin.
Pengurus Ranting NU Tanjung Piayu menyebut kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus dikembangkan dengan melibatkan generasi muda. Harapannya, semangat NU dapat diwariskan secara berkelanjutan.
Selain sebagai kegiatan keagamaan, peringatan harlah menjadi ruang silaturahmi antarwarga. Banyak tokoh masyarakat dan pengurus organisasi keagamaan setempat turut hadir memberikan dukungan.
Panitia menilai tingginya partisipasi warga menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap NU sebagai organisasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari umat. Masjid Baitul Muttaqien pun menjadi pusat kebersamaan malam itu.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Batam. Jamaah pulang dengan membawa semangat kebersamaan dan pesan moral dari ceramah yang disampaikan.
Melalui peringatan Harlah ke-103 ini, NU di Sungai Beduk diharapkan terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berdaya. Semangat kemandirian yang diusung menjadi fondasi untuk menghadapi tantangan zaman. (tjo)



