Taba Iskandar menjadi salahsatu narasumber dialog dengan tema “Peran Keluarga Dalam Pencapaian Kualitas Sumber Daya Manusia”/Dok: Istimewa
Batam, Keprisatu.com – Peran keluarga dalam proses sosialisasi adalah khususnya orang tua mempunyai peran dalam pembentukan kepribadian yang baik bagi anaknya dan orang tualah yang pertama memberikan nilai-nilai dan norma yang baik dan juga memberikan dasar pergaulan hidup yang baik dan benar sebelum terjun ke dalam lingkungan masyarakat.
“Dalam membangun individu yang berkualitas, keluarga memiliki pengaruh yang tak tergantikan,” kata Anggota DPRD Provinsi Kepri, Taba Iskandar, saat menjadi salah seorang narasumber dalam sosialisasi dan dialog dengan tema “Peran Keluarga Dalam Pencapaian Kualitas Sumber Daya Manusia”
Digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri yang digelar di Beverly Hotel, Lubukbaja, Batam, Selasa (17/10/2023). Dialog tersebut juga menggandeng Yayasan Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Anak (YKKPA) Kota Batam.
Sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pemerintah dan masyarakat berkewajiban untuk melakukan upaya peningkatan kapasitas SDM demi mewujudkan anak yang terlindungi dan berkualitas, salah satunya melalui pengokohan peran keluarga dan satuan pendidikan.
“Proses pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dimulai sejak dini, dengan penerapan pendidikan yang memadai, pengembangan nilai- nilai positif, dan pemberian dukungan emosional, termasuk komunikasi yang terbuka dan penuh kasih antar anggota keluarga,” kata Taba, yang juga merupakan Ketua Badan Kehormatan DPRD Kepri, tersebut.
Oleh karenanya tambah politisi partai Golkar tersebut, mari kita semua menyadari pentingnya peran keluarga dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berkomitmen
untuk membangun keluarga yang mendukung dan membimbing.
“Agar masa depan generasi mendatang terwujud dengan potensi dan prestasi yang luar biasa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Taba Iskandar memaparkan setidaknya ada tiga peran keluarga dalam pembentukan SDM berkualitas; Pendidikan awal dan pola asuh, pengembangan karakter dan nilai positif, dan dukungan emosional dan motivasi.
Sejak awal, papar Taba, orang tua harus mengajarkan anak-anak untuk memiliki karakter sebagai individu yang baik dan memiliki jiwa sosial yang tinggi agar mudah bersosialisasi dan bermasyarakat. Begitu juga pola asuh yang baik adalah dengan memperhatikan minat anak, menciptakan rasa aman dan nyaman, mendorong keberanian untuk berkreasi, dan lain-lain.
Kemudian karakter yang baik antara lain adalah jujur, disiplin, bertanggung jawab, mandiri, kreatif, inovatif, dan beretika. Penanaman nilai-nilai positif seperti kejujuran, kesantunan, kebersamaan, dan religius dapat membantu membentuk karakter yang baik pada sumber daya manusia.
Sementara, penanaman nilai-nilai positif dapat dilakukan dengan metode keteladanan, metode nasihat, dan metode pembiasaan.
Sedangkan, dukungan emosional dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan rasa nyaman, dicintai, dan diperhatikan.
Dukungan emosional dapat dilakukan dengan memberikan ekspresi rasa empati dan perhatian terhadap individu. Motivasi dapat membantu meningkatkan kualitas SDM dengan memberikan dorongan untuk mencapai tujuan dan keinginan pribadi serta terus meningkatkan diri sendiri.

KS10/Fjr