Penyerhan dua berkas kasus penyelundupan barang mikol ilegal di Kantor Kejaksaan

Keprisatu.com – Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau melakukan serah terima pelimpahan hasil penyidikan terhadap 2 (dua) kasus tindak pidana dibidang kepabeanan dan cukai kepada kejaksaan, Jumat (12/6/20).

Kasus tersebut merupakan penyelundupan Barang Kena Cukai (BKC) berupa Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang berada di Perairan Selat Singapura dan Perairan Utara Berakit.

Kapal yang mengangkut MMEA tersebut adalah MV. Sea Ray berbendera Singapura dan KM. Jaya Lestari tanpa bendera. Jumlah MMEA yang juga tanpa dilekati pita cukai, sebanyak 686 karton dan 473 kardus.

“Total nilai barang dari kedua kasus
tersebut sebesar Rp 10.338.106.000 (Sepuluh Miliar Tiga Ratus Tiga Puluh Delapan Juta Seratus Enam Ribu Rupiah).

Sedangkan total potensi kerugian negara mencapai Rp 21.005.720.400 (Dua Puluh Satu Miliar Lima Juta Tujuh Ratus Dua Puluh Ribu Empat Ratus Rupiah).

Kedua kasus tindak pidana kepabeanan tersebut kini telah selesai dilakukan proses penyidikan dengan jumlah total tersangka sebanyak 19 (sembilan belas) orang.

Berikutnya kasus kedua KM Jaya Lestari yang diamankan satuan tugas patroli laut Bea dan Cukai. Penangkapan bermula dari informasi akan terjadinya Ship to Ship (STS) Kapal Kayu dengan High Speed Craft (HSC) di perairan Selat Singapura.

Tim satuan tugas segera memberikan isyarat lampu sorot dan lampu police agar target berhenti, namun tidak dihiraukan dan target justru melarikan diri menuju Tanjung Uban.

Sempat melakukan tembakan peringatan, tiga orang dari tim speed boat melompat ke kapal kayu untuk menghentikan kapal tersebut hingga akhirnya petugas dapat menguasai kapal, nahkoda dan 2 (dua) orang ABK kapal. (iqb/r)