Pentingnya makanan manis saat berbuka.
Kurma, salah satu makanan manis yang dianjurkan untuk berbuka puasa.

Keprisatu.com – Orang yang berbuka puasa anjurannya supaya memakan makanan yang manis. Biasanya sajian menu takjil pun banyak yang manis-manis. Seperti halnya kolak pisang, biji salak, es buah, hingga kurma sekalipun. Nah begini pentingnya makanan manis saat berbuka.

Profesor ahli gizi FKUI Saptawati Bardosono menjelaskan bahwa selama berpuasa tidak ada energi berupa gula atau glukosa yang masuk ke dalam tubuh dari makanan. Sementara, dalam waktu dua jam saja, kadar gula akan turun ke kadar awal sehingga menimbulkan rasa lapar.

Tak ayal, setelah berpuasa kurang lebih 14 jam, kadar gula darah akan sangat turun sehingga membutuhkan makanan dan minuman manis. Sehingga pentingnya makanan manis saat berbuka ini perlu menjadi perhatian.

“Oleh karena itu, setelah waktu berbuka puasa perlu segera masuk gula untuk meningkatkan kadar gula darah tersebut agar tubuh segera berenergi lagi. Dengan makanan yang manis semisal kurma atau kolak dan lainnya,” kata Saptawati kepada CNNIndonesia.com, sebagaimana Keprisatu.com melansirnya Ahad (25/4/2021).

Makanan manis memang menjadi salah satu sumber kenikmatan, tapi asupan gula yang berlebih dapat juga menimbulkan sejumlah dampak pada tubuh seperti penyakit gula hingga bobot tubuh meningkat. Tak ayal, banyak ahli yang menganjurkan untuk mengurangi hingga menghindari asupan gula.

Namun di balik itu, gula sebenarnya juga memiliki peran penting bagi tubuh, dengan catatan konsumsinya masih sesuai batasan anjuran.

“Gula merupakan makanan sumber karbohidrat sederhana yang mempunyai manfaat sebagai sumber energi yang bisa cepat diperoleh dibanding energi yang berasal dari makanan sumber karbohidrat kompleks semisal padi-padian hingga umbi-umbian,” imbuh Saptawati.

Lebih lanjut, Tatik mengungkapkan bahwa jika kekurangan gula, tubuh tidak dapat merestorasi kadar gula darah dengan cepat.

“Namun, kadar gula masih bisa dinaikkan dengan makanan pokok kaya karbohidrat kompleks semisal dari nasi atau lainnya,” tambahnya.

Menghemat Cadangan ProteinĀ 

Selain sumber energi, manfaat gula untuk tubuh lainnya adalah menghemat cadangan protein. Seperti dilansir Hello Sehat, gula yang berfungsi sebagai sumber energi, akan menghemat cadangan protein jika terpenuhi secara baik.

Pasalnya, ketika tidak lagi memiliki sisa cadangan glukosa, tubuh akan mulai mengurangi protein untuk dipakai sebagai energi.

Padahal, protein juga memiliki berbagai fungsi penting di antaranya sebagai pembangun otot, massa otot, serta mempercepat penyembuhan luka. Setelah berhasil, sumber energi yang berasal dari pemecahan protein tersebut akan disalurkan ke berbagai jaringan dan sel-sel tubuh.

Namun, jika tubuh memakai protein sebagai pengganti energi mau tidak mau Anda akan sulit fokus dan berkonsentrasi, juga gampang sakit. Kekurangan protein juga dapat menyebabkan penurunan massa otot serius.

Di sinilah kemudian asupan makanan manis untuk membantu tubuh dalam menghemat persediaan protein.

Berdasarkan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rekomendasi asupan gula harian untuk orang dewasa dan anak-anak yakni sekitar 10 persen dari total asupan energi.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan, perempuan di usia produktif memerlukan 2150-2250 kalori. Sementara pria dewasa dengan rentang umur yang sama butuh lebih banyak lagi, yaitu 2625-2725 kalori per hari. Oleh karenanya, asupan gula dalam sehari berkisar 200-250 kalori.

“Satu sendok makan gula pasir atau 15 gram adalah 60 kalori, sehingga total sehari sekitar 3-4 sendok makan gula pasir,” ungkap Tatik soal batasan asupan gula. (ks04)

BACA JUGA BERITA LAIN:

Kumulatif Konfirmasi Corona di Tanjungpinang Dekat 2.000 Kasus

Seorang Kiai Menjodohkan UAS dengan Fatimah Az Zahra

Terkumpulnya Dua Jihad Orang Mukmin di Ramadan