Pembangunan ruko diatas lahan mangrove yang telah ditiimbun, dihentikan sementara

Keprisatu.com – Penimbunan lahan mangrove yang dilakukan oleh salah satu oknum pengusaha, diduga tidak mengantongi izin.

Hal ini disampaikan oleh Tarmizi, Anggota DPRD Bintan kepada awak media, Sabtu (27/2/2021). Penimbunan ini terjadi di Kelurahan Sei Enam Kecamatan Bintan Timur, oknum pengusaha menimbun lahan mangrove untuk membangun Ruko.

Tarmizi anggota DPRD Kabupaten Bintan menyebut bahwa di lokasi, terlihat struktur ruko sudah berdiri dengan ikatan batako. “Terlihat dua  pintu fisik ruko telah berdiri, dan terlihat tanah urug yang belum dibangun, ternyata lahan mangrove yang telah ditimbun,” ujarnya.

Terkait  kegiatan yang diduga ilegal tersebut,  Camat Bintan Timur Muhammad Sofyan,SE, mengaku telah memberikan surat salinan, bahwa oknum pengusaha dimaksud tidak bisa menunjukkan IMB dan Izin menimbun lahan mangrove , saat mereka menanyakan izin kepada oknum pengusaha tersebut.

 

Muhamad Sofian melalui  Waatshap kepada awak media menegaskan , “Kerena tidak bisa melihatkan surat izin, pembangunan ruko dihentikan sementara”.

Apabila oknum pengusaha tersebut tidak memiliki izin, maka menimbun  lahan mangrove atau bakau  melangar pasal 50 Undang – Undang ( UU ) Kehutanan, dan diatur dalam pidana pasal 78 dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda 5 miliar.( KS05).

Editor : Tedjo