Pengemudi mobil Mitsubishi Pajero terlibat cekcok dengan pengendara Yaris di Jalan Tol(instagram.com/ahmadsahroni88)

 

Jakarta, Keprisatu.com – Pengendara SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner kerap dicap sebagai pengendara arogan, meski tidak semua pengguna seperti itu, hanya segelintir saja.

Paling baru, pengendara Mitsubishi Pajero Sport yang viral di media sosial setelah melakukan aksi arogan terhadap pengemudi Toyota Yaris di ruas tol Kebon Jeruk.

Berdasarkan narasi yang diunggah oleh akun Instagram @ahmadsahroni88, kejadian bermula saat pengemudi mobil Mitsubishi Pajero Sport memacu kendaraannya secara ugal-ugalan.

Ketika sampai di pintu tol, SUV bongsor itu memotong lajur mobil Toyota Yaris. Pengemudi mobil Yaris tidak terima, dan enggan untuk memberi jalan, hingga terjadi perseteruan. Bahkan, pengemudi Pajero yang menggunakan kacamata hitam itu terlihat menampar pengendara Yaris, sebelum kembali ke mobilnya.

Lantas, mengapa pengendara SUV ladder frame kerap bertindak arogan? Rupanya hal ini bukanlah hanya stigma orang belaka, tetapi jenis mobil tersebut juga ada pengaruh terhadap karakter pengemudinya.

Alasan ini diungkapkan oleh Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana. “Dimensi kendaraan yang besar membuat pengemudi merasa aman di dalam kabin yang kokoh, artinya tidak terjangkau oleh pengemudi lain,” ucap Sony saat dihubungi Kompas.com, Minggu (22/5/2022).

Sony melanjutkan, kondisi ini sering dimanfaatkan secara negatif oleh beberapa pengguna, hingga melakukan aksi-aksi yang tidak terpuji seperti agresif, arogan, sampai dengan mengintimidasi pengendara lain.

“Oknum-oknum seperti ini kadang membuat citra dari kendaraan dan pengemudi tersebut jelek di mata masyarakat. Padahal tidak semua negatif. Jadi menurut saya, stop arogansi dan tanamkan budaya malu,” kata dia.

Adapun Sony menyarankan, jika bertemu dengan pengemudi yang arogan, hal yang pertama dilakukan adalah tetap berlaku defensif. Jangan sampai terpancing emosi oleh pengemudi ini.

“Jika pengemudi terpancing provokasi, itu lah yang dinginkan orang arogan tadi, jadi merasa ada teman bermain dengan bahaya,” kata Sony. Kemudian, siapkan kamera untuk merekam tindakan mereka untuk bahan laporan kepada pihak berwajib atau paling tidak ada bukti pendukung.

Sumber: otomotif.kompas.com