Para pengusaha kecil dari UMKM di Tanjunguban, mengaku terpengaruh terkait kebijakan PPKM Mikro

Keprisatu.com – Penerapan Pemberlakuan Pergerakan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) Berbasis mikro menurun omset pelakuk usaha kecil atau UMKM secara signifikan.

Pemerintah Kabupaten Bintan menjalankan anjuran PPKM Mikro untuk menangani lonjakan penyebaran Covid -19 saat ini, dengan mengurangi waktu para pedagang atau pengusaha minimarket, toko – toko dan Warung Kopi, tutup awal pada pukul 20 : 00 WIB saja.

Salah satu pedagang martabak bangka yang sudah berjualan sejak  2016 , terlihat sekali saat ini dari omsetnya  jauh menurun. Biasanya berdagang dalam kondisi normal bisa mendapat Rp200 ribu rupiah, saat diberlakukan PPKM saat ini hanya mendapat Rp40 ribu rupiah saja.

Kusnawadi ( 59 ) penjual martabak tersebut mengaku  usaha jualan martabak bangka di Jl .Permaisuri Kelurahan Tanjung Uban Selatan Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan mengalami penurunan omset.

Hal yang senada disampaikan oleh Hanifah , yang berjualan pisang keju, saat yang sulit semakin sulit , dimana berdagang hanya untuk mencari sesuap nasi. “Biasanya berjualan bisa sampai tengah malam, saat ini hanya sampai pukul 20 : 00 WIB saja, petugas sudah datang untuk menyuruh tutup,” ujarnya.

Mau tidak mau para pedagang harus mengindahkan aturan tersebut walaupun terasa berat , tapi apakan daya kerena itu adalah peraturan pemerintah.

“Semoga dengan aturan yang dijalankan oleh pemerintah juga bisa memberi solusi kepada para pedagang, agar bisa makan , juga, kerena dampaknya sangat terasa,” ujarnya. (Ks05).

Editor : Tedjo