Plt Gubernur Kepri, Isdianto menyerahkan secara simbolis bantuan sosial penggratisan SPP SMA sederajat se-Kepri.

Keprisatu.com – Plt Gubernur Kepri, H Isdianto menyerahkan bantuan Rp24,8 miliar untuk pembebasan, keringanan, dan bantuan pendanaan sumbangan pendanaan pendidikan (SPP) Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kemudian Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Provinsi Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (26/5/2020).

Bantuan penggratisan SPP tersebut di atas, untuk sekolah negeri maupun swasta. Total peserta didik yang menerima bantuan adalah sebanyak 36.496 orang, ditanggung selama 2 bulan yakni April dan Mei.

Covid-19 kata Isdianto, menjadi pandemi yang mengancam dunia tidak terkecuali Indonesia. Badan kesehatan dunia World Health Organitation (WHO) pada 11 Maret 2020 menetapkan covid-19 sebagai pandemi, dan Indonesia menetapkan covid-19 sebagai bencana nasional pada 14 Maret 2020.

“Covid-19 berdampak di sejumlah sektor salah satunya pendidikan. Di sinilah hadirnya Pemprov Kepri, membantu pendidikan masyarakat Kepri yang terdampak covid-19. Sesuai kewenangan Pemprov Kepri, hanya membantu pendidikan tingkat SMA sederajat,” kata Isdianto seperti dilansir Diskominfo Pemprov Kepri.

Isdianto melanjutkan, berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 2 menteri yaitu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Keuangan (Menkeu). P

emberian bantuan sosial SPP ini termasuk pada diktum ketiga yakni penyediaan jaring pengaman sosial melalui pemberian bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu yang mengalami penurunan daya beli akibat pandemi

“Untuk itu pemberian bantuan hari ini diharapkan dapat memberikan manfaat sehingga proses pendidikan dapat berjalan lancar di tengah pandemi yang melanda negeri ini,” lanjutnya.

Kepada para kepala zekolah yang hadir meskipun bantuan SPP ini tidak semua siswa yang mendapatkan, namun Isdianto mengajak seluruh jajaran di dunia pendidikan agar bersama memerangi covid-19 dengan semakin mendisplinkan diri mengerjakan setiap arahan dan imbauan terkait pencegahan covid-19.

“Mari bersama kita perangi covid-19 ini, target kita Agustus 2020 semua dapat berjalan normal seperti sedia kala, mudah-mudaan,” tambah Isdianto.

Ucapan terima kasih pun dihaturkan Isdianto kepada jajaran TNI Polri yang turut berperan aktif dalam menyalurkan bantuan yang datangpun dengan semua pihak lainnya di Kepri yang bekerja keras dalam menangani pandemi covid-19 ini.

Terakhir, masih di tengah suasana Idul Fitri 1441 H/ 2020 Masehi, Isdianto atas nama Pemprov Kepri, keluarga dan pribadi dalam kondisi pandemi covid-19 yang masih melanda menghaturkan maaf atas segala salah dan khilaf.

Sementara itu, Sekdaprov Kepri, H TS Arif Fadillah melaporkan sehubungan penyebaran covid-19 yang hingga kini masih melanda hingga mempengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk di bidang pendidikan.

“Atas dasar instruksi dan SKB dari kementerian juga SK Gubernur serta konsultasi antara Disdik, Inspektorat dan Kejati, pemberian bantuan bertujuan agar penyelenggaraan pendidikan jenjang menengah atas sederajat dapat berjalan dengan lancar di tengah pandemi covid-19,” kata Arif.

Pemberian bantuan dengan maksud untuk meringankan beban orang tua/ wali peserta didik. Dengan kriteria penerima tergolong miskin dan atau rentan miskin yang mengajukan permohonan bantuan kepada satuan pendidikan, antara lain: (1) Pekerja dengan pendapatan harian, (2) Pekerja dengan penghasilan di bawah upah minimum kabupaten/ kota, (3) Pekerja korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang dirumahkan, (4) Pekerja lainnya yang terdampak covid-19.

Adapun rincian bantuan adalah: (1) SMA sebanyak 146 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 19.694 peserta didik, (2) SMK sebanyak 111 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 14.861 peserta didik, (3) SLB sebanyak 18 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 624 peserta didik, (4) MA sebanyak 39 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 1.317 peserta didik.

Kemudian, untuk besaran bantuan sendiri, untuk satuan pendidikan negeri berupa pembebasan pembayaran SPP selama 2 bulan (April dan Mei).

Sedangkan untuk swasta mendapat bantuan sosial maksimal Rp250.000/ peserta didik selama 2 bulan. Bagi satuan pendidikan swasta yang memungut SPP di bawah nominal tersebut maka akan dibantu sebesar SPP yang telah ditetapkan di awal ajaran 2019/ 2020.

Rinciannya adalah:(1) 134 SMA sebesar Rp4.805.830, (2) 98 SMK sebesar Rp7. 131.416.000, (3) 9 SLB sebesar Rp125.200.000, (4) 33 MA sebesar Rp360.660.000. “Sehingga jumlah bantuan untuk 36.496 peserta didik sebesar Rp12.422.306.000 per bulan dikali 2 bulan untuk April dan Mei,” tambah Arif.

Dalam kesempatan tersebut juga disejalankan dengan penyerahan bantuan dari Temasek Foundation Singapura ke Pemprov Kepri, selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri. Dalam hal ini secara simbolis di serahkan oleh Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI Arsyad Abdullah.

Adapun rincian bantuan tersebut adalah: (1) Hand sanitizer sebanyak 2.500 liter, (2). Intermediate Bulk Container sebanyak 35 pcs, (3) Drum Sets sebanyak 350, (4) Extaction Kits 2.0 sebanyak 6 paket untuk 10.368 sampel, (5) Fortitude Kit 2.0 sebanyak 50 paket untuk 10.000 sampel.

“Atas nama masyarakat dan Pemprov Kepri kami mengucapkan terima kasih untuk Temasek Foundation Singapura atas bantuannya,” pungkas Arif.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kepri Dewi Kumalasari, Kajati Kepri Sudarwidadi, Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Widjanarko, Asisten, Staf Ahli, dan Sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri.(*/ted)