Keprisatu.com – Proses pemeriksaan barang jemaah calon haji (JCH) asal Kepulauan Riau berlangsung khidmat dan tertib di Asrama Haji Batam, Rabu (22/4/2026) pagi. Tahapan ini menjadi awal perjalanan ibadah menuju Tanah Suci bagi para jemaah.
Sejak usai salat Subuh, ratusan jemaah mulai memadati area pemeriksaan x-ray. Mereka secara bergiliran memasuki zona sterilisasi dengan tertib dan disiplin, mengikuti arahan petugas demi kelancaran proses.
Sebanyak 1.085 jemaah yang tergabung dalam Kloter 1, 2, serta sebagian Kloter 18 dan 25 berasal dari tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Para jemaah, mulai dari usia muda hingga lanjut usia, tampak mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan dengan tertib.
Petugas haji secara berkala memberikan instruksi kepada jemaah agar mematuhi prosedur keamanan. “Bapak ibu calon jemaah haji, harap mengeluarkan handphone dari tasnya. Ikat pinggang dan jam tangan juga harap dikeluarkan,” ujar salah seorang petugas melalui pengeras suara.
Area mulai dari pintu masuk x-ray hingga ruang tunggu ditetapkan sebagai zona steril. Seluruh barang bawaan diperiksa secara teliti guna memastikan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan ibadah.
Panitia juga menyiapkan ruang tunggu bagi jemaah yang belum mendapat giliran pemeriksaan. Suasana di lokasi tersebut tampak lebih tenang, dengan sebagian jemaah memanfaatkan waktu untuk berdoa dan berbincang ringan.
Perhatian khusus turut diberikan kepada jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Petugas sigap membantu jemaah yang menggunakan kursi roda agar tetap mendapatkan pelayanan optimal.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Batam, Syahbudi, menyebutkan jumlah jemaah haji asal Kepri tahun ini mencapai 1.085 orang. “Sementara itu, Kepulauan Riau mengirimkan 1.085 jemaah yang masuk dalam Kloter 1, 2, serta sebagian Kloter 18 dan 25,” ujarnya.
Ia menambahkan, kuota haji Kepri tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.221 jemaah. Meski demikian, kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas. “Kuota boleh turun, tapi pelayanan harus terus meningkat,” tegasnya.
Di tengah rangkaian proses tersebut, harapan besar turut mengiringi keberangkatan para jemaah. “Harapan kami semua prosesi berjalan lancar, jemaah haji berangkat dan kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur,” kata Syahbudi.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kepri, Muhammad Syafi’i, menyampaikan bahwa fokus penyelenggaraan haji tahun ini diarahkan pada pelayanan ramah lansia, perempuan, dan disabilitas.
Menurutnya, kegiatan seremonial akan dibatasi hanya satu kali dalam satu musim haji di setiap provinsi untuk menjaga kondisi fisik jemaah, khususnya lansia. “Acara seremonial hanya dilakukan satu kali di setiap provinsi. Ini bagian dari upaya memprioritaskan lansia agar tetap bugar hingga kembali ke Tanah Air,” ujar Syafi’i. (KS03)
