Bongkar muat barang di pelabuhan umum diduga ilegal

Keprisatu.com – Kegiatan bongkar muat secara beramai ramai dilakukan oleh pengusaha – pengusaha, di Pelabuhan Umum di Tanjung Uban, kabupaten Bintan, Propinsi Kepri. Aktivitas yang berlangsung pada  Selasa (16/2/2021) itu diduga liar atau ilegal.

Mereka menggunakan, dengan menggunakan sarana motor kayu (Pompong) berkapasitas 15 sampai 20 ton di Pelabuhan Umum di Jalan Martadinata Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan Provinsi Kepri.

Terkait dengan kegiatan ini, pihak Bea Cukai Tanjung Uban Kabupten Bintan Bidang Penyuluhan dan Informasi , Ahmad Setiawan menuturkan, terkait pelanggaran yang ditemukan dengan disertai bukti bukti yang valid, mereka berjanji pasti akan ditindak.

Selanjutnya Ahmad Setiawan melalui percakapan via Whatsapp mengatakan, luasnya wilayah pengawasan Bea Cukai Tanjung Pinang dan banyaknya pelabuhan – pelabuhan tikus menjadi tantanggan tersendiri bagi  Bea Cukai.

“Apalagi pihak – pihak yang membawa barang dari kawasan bebas Batam ke luar Kawasan bebas tanpa disertai Dokumen pelengkap kepabeanan biasanya menghindari pembayaran Bea masuk dan dan Pajak, dalam rangka impor,” ujarnya.

Ahmad Setiawan mengaku  sering kali melakukan penindakakan, atas barang – barang tersebut, atau barang ilegal tanpa dokumen. “Kami sanggat berterima kasih, apabila awak media memberikan informasi terkait hal kegiatan bongkar muat liar atau ilegal,” tutur Ahmad Setiawan.

Ditambah lagi Kota Batam merupakan kawasan bebas, begitu juga Tanjung uban.  “Perlu diketahui juga bahwa barang yang masuk atau keluar kawasan bebas harus menggunakan dokumen pemberitahuan Pabean dan penunjukkan pelabuhan bongkar,” ujarnya lagi.

Setiap proses bongkar muat barang juga harus melalui pelabuhan resmi, agar menjadi retribusi daerah.(KS05).

Editor : Joko