Ceramah kesehatan di Masjid Bukit Indah Sukajadi (MBIS) Batam, Ahad (6/9/2020).

Keprisatu.com – Wabah atau penyakit menular sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Pada masa itu, Nabi melarang umatnya untuk memasuki daerah yang terkena wabah, apakah itu pes, lepra, maupun penyakit menular lain.

Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Kutipan tersebut disampaikan Plt Direktur RS BP Batam, dr Afdhalun A Hakim selaku pembicara dalam ceramah kesehatan di Masjid Bukit Indah Sukajadi (MBIS) Batam, Ahad (6/9/2020) ba’da Magrib. Hal itu dijelaskan dr Afdhalun, betapa pentingnya masyarakat perlu menghindari wabah virus Covid-19 yang saat ini masih mewabah.

“Patuhi protokol kesehatan itu sangat penting, agar kasus positif Covid-19 tidak terus bertambah,” jelasnya dihadapan jamaah MBIS yang antusias mendengarkan pemaparan.

dr Afdhalun mengatakan, wabah Covid-19 belum tahu kapan akan berakhir. Begitupun ketersediaan vaksinnya. Saat ini yang dapat dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus Covid-19, datangnya dari masing-masing orang dengan tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan.

“Kita semua berkewajiban untuk mematuhinya dan terus mengampanyekan ke masyarakat pentingnya mematuhi protokol kesehatan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran wabah virus Covid-19. Apa yang kita sampaikan itu, juga bagian dari amal ibadah kita,” katanya.

Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) MBIS, Nadirman menyampaikan bahwa pemaparan dr Afdhalun dipandang serius dan terus digencarkan agar masyarakat patuh dan disiplin terhadap imbauan pemerintah. Masyarakat, katanya, perlu terus diedukasi akan bahaya Covid-19 yang masih mewabah, melalui berbagai media penyampaian termasuk salah satunya kontribusi dari MBIS dengan menggelar ceramah kesehatan.

“Dari kegiatan ini, jamaah terus memahami akan bahaya Covid-19 dan dapat disampaikan ke masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.

Kondisi saat ini, lanjut Nadirman, masih belum normal. “Kita harus tetap waspada, Pandemi Covid-19 masih mewabah,” jelasnya.

Itu sebab, ceramah kesehatan digelar menggambil tema New Normal Bukan Berarti Normal. Di MBIS, pihaknya sangat ketat menerapkan protokol kesehatan, terutama saat shalat berjamaah. Jamaah diimbau untuk jaga jarak dalam melaksanakan shalat dengan menempati batas shalat yang telah dibuat. Sebelum memasuki masjid harus cek suhu badan dan menggunakan masker.

“Imbauan ini tak henti-hentinya kita sampaikan ke jamaah di setiap akan melaksanakan shalat berjamah,” ujar Nadirman.

Pada kesempatan itu, Nadirman yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum DKM MBIS dan terbentuknya kepengurusan Periode 2020-2023, telah memprogramkan berbagai kegiatan masjid. “Selain kegiatan ibadah rutin, kita juga programkan berbagai kegiatan kemasyarakatan dengan tujuan untuk memakmurkan masjid kita ini,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Umum DKM MBIS Metra Dinata menambahkan, DKM kepengurusan baru ini perlu merevitalisasi fungsi masjid sebagai pusat aktivitas pemberdayaan ekonomi selain dakwah.

“Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi DKM juga inginkan misi sosial kemasyarakatan dengan melakukan revitalisasi dan optimalisasi peran dan fungsi masjid terutama dalam aktivitas dakwah maupun pemberdayaan ekonomi,” katanya. (r)

Editor: zaki