Kasubdit Regident Ditlantas Pola Kepri, AKBP Syafruddin Sumegang Sakti,

Keprisatu.com –  Selama beberapa bulan masa pandemi Covid-19 ini, jumlah pertumbuhan kendaraan mengalami penurunan hingga mencapai  70 persen per bulan.

Hal ini dimulai sejak kwartal kedua tahun 2020 ini. Kwartal pertama pertumbuhan kendaraan tiap bulannya normal seperti sebelumnya.

“Kwartal pertama normal, rata-rata 800 unit mobil per bulan khusus Batam pada kwartal pertama,” ujar Kasubdit Regident Ditlantas Pola Kepri AKBP Syafruddin Sumegang Sakti, Rabu (16/9/20).

Menurutnya,  kondisi ini terjadi  pada kwartal pertama karena belum masuk masa pandemi Covid-19.

Namun pada kwartal kedua, turun drastis hanya 100 unit. “Biasanya perbulan 800 unit ini satu kwartal hanya 100 unit,” ujarnya.

Sementara itu, memasuki kwartal ketiga mulai membaik sekitar 200 unit. Sementara untuk kwartal keempat ini belum tahu, namun diharapakan membaik.

“Kwartal ketiga, pertumbuhan lebih baik dari kwartal kedua dan kwartal keempat  kita harapkan lebih baik lagi,” jelas Syafrudin  .

Dijelaskannya, selama empat kwartal yang sedang berjalan ini kebanyakan mobil baru adalah dari kelas LCGC.

“Mobil yang ber CC besar dan mewah sangat jauh berkurang saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah kendaraan yang menurun ini implikasinya dapat terlihat dari PNBP yang menurun. Dimana saat ini baru tercapai sekitar 71 persen dari yang ditargetkan.

“Harusnya memasuki kwartal keempat ini sudah 100 persen, namun saat ini masih jauh di bawah itu,” ujarnya.

Pencapaian PNBP yang masih dibawah target inipun,  menurutnya dari jumlah target yang sudah direvisi dari target yang sebelumnya.

“Sebelumnya ada jumlah target yang dipenuhi, namun saat masuk pandemi ini target ini dikurangi dan itupun tak tercapai,” ujarnya tanpa menyebutkan jumlah target yang lama dan yang baru.

Menurutnya, terjadi penurunan PNBP sekitar 50 persen selama pandemi. Dimana PNBP ini bisa berasal dari STNK, TNKB dan BPKB. “Otomatis PNBP berkurang apabila kendaraan baru berkurang,” tutupnya. (ks14)

Editor : tedjo