Lubang yang tertutupi air hujan ini, sudah memakan banyak korban dan mengancam keselamatan

  Keprisatu.com – Puluhan warga di  Kapling Pancur Baru, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Seibeduk Kota Batam, geram. Pasalnya, jalan raya S Parman yang biasa mereka lalui, kondisinya saat ini membahayakan.

Setidaknya sudah lebih dari 11 orang tercatat menjadi korban akibat terjatuh di aspal jalan protokol tersebut saat berkendara di atas motor.

Demikian hasil mufakat  warga RW 13 Pancur Baru yang tengah merundingkan persoalan jalan raya yang saat ini tengah dirasa mengancam keselamatan pengendara, khususnya roda dua.

“Jalan raya di sini saat ini membahayakan, karena sudah lebih dari 11 orang yang telah menjadi korban karena terjatuh,” kata Salim Hidayat, warga Pancur Baru RW 13 usai bermusyawarah dengan tokoh tokoh masyaraakt di sana.

Salah satu pengendara tergeletak, akibat terlempar dari motor yang melalui jalan rusak

Salim yang sebelumnya pernah menjabat ketua RW 13 menjelaskan, jatuhnya para pengendara ini  tak lain disebabkan jalan raya yang saat ini kondisinya licin akibat tumpahan tanah bouksit yang disebabkan truk truk besar pengangkut tanah timbunan yang berlalu lalang di jalan raya sejak beberapa minggu belakangan.

“Saat mengangkut tanah, bak tidak ditutupi. Gumpalan tanah jatuh ke aspal, termasuk yang dari roda, sayangnya tidak dibersihkan. Diperparah lagi dengan hujan turun sehingga jalan jadi licin,” jelas Salim Hidayat yang didampingi beberapa warga lainya.

Selain jalan jadi licin, kondisi diperparah dengan adanya lubang lubang menganga di sepanjang jalan yang sangat dekat dengan pemukiman. “Lubang di jalan ini sudah lama menganga, tidak diperbaiki, sudah banyak yang jadi korban. Sangat berbahaya apalaghi kalau hujan, tertutup air dan tidak terlihat oleh pengendara,” imbuh Asian Sinaga,  mantan RW 13 Pancur Baru.

Bahkan , kata Asian, korban warga jatuh dari motor baik karena jalan licin atau jalan berlubang, bertambah lagi. Data terakhir ada warga M Isdakhori, juga menjadi korban akibat terpeleset di depan TK Aisyah, akibat jalan aspal yang berlapis lumpur.

“Kami meminta dengan hormat, kepada para kontraktor agar memperhatikan keamanan pengguna jalan khusunya sepeda motor, agar korban tidak lagi bertambah,” imbuhnya lagi.

Untuk diketahui, menurut warga, setidaknya truk truk raksasa yang berlalu lalang berasal dari empat (4) proyek pematangan lahan yang ada di sekitar lokasi.

Dia juga memohon kepada Walikota Batam untuk memberikan perhatian atas jalan rusak yang saat ini sangat mengganggu keamanan warga . Pantauan di lokasi ada belasan lubang akibat jalan rusak.(tedjo)