SM Amin Nasution. (Dok. Pemprov Sumut)

Keprisatu.com – Almarhum SM Amin Nasution dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 10 November 2020. SM Amin mempunyai kedekatan emosional dengan Kepri. Bahkan pernah duduk berkantor di Kota Tanjungpinang, Kepri.

SM Amin merupakan Gubernur Sumatera Utara dan Riau yang pertama. Sebelum dimekarkan, Kepri merupakan bagian dari wilayah Riau. Saat menjabat Gubernur Riau, SM Nasution bahkan berkantor di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Kepri.

Diketahui, SM Amin adalah mertua Ismeth Abdulllah, Gubernur Kepri yang pertama. Putrinya SM Amin, Aida Zulaika Nasution merupakan istri Ismeth Abdullah.

Aida Ismeth lahir di Banda Aceh, 1 April 1948. Sedangkan ayahnya lahir di Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, 22 Februari 1904-meninggal di Jakarta, 16 April 1993 pada umur 89 tahun).

SM Amin merupakan Tokoh Pergerakan Sumpah Pemuda, pengacara, dan penulis. Ia dinilai berjasa dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pria yang memiliki nama lengkap Mr Sutan Muhammad Amin Nasution itu merupakan salah satu tokoh yang ikut mengonsepkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

SM Amin Nasution merupakan salah satu tokoh pemuda yang terlibat aktif dalam organisasi Jong Sumateranen Bond (JSB), sebuah organisasi tempat berkumpulnya para cendikiawan dan penggagas nasionalisme Indonesia asal pulau Sumatera.

Selain SM Amin, sebanyak enam orang tokoh memperoleh penganugerahan sebagai Pahlawan Nasional atas jasa mereka dalam perjuangan di berbagai bidang untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 117/TK/Tahun 2020 yang ditetapkan pada 6 November 2020, Presiden menetapkan nama-nama di bawah ini sebagai Pahlawan Nasional:

1. Almarhum Sultan Baabullah, tokoh dari Provinsi Maluku Utara;

2. Almarhum Macmud Singgirei Rumagesan – Raja Sekar, tokoh dari Provinsi Papua Barat;

3. Almarhum Jenderal Polisi (Purn.) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, tokoh dari Provinsi DKI Jakarta;

4. Almarhum Arnold Mononutu, tokoh dari Provinsi Sulawesi Utara;

5. Almarhum Mr. Sutan Muhammad Amin Nasution, tokoh dari Provinsi Sumatera Utara;

6. Almarhum Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi, tokoh dari Provinsi Jambi.

Acara penganugerahan dihadiri oleh para ahli waris dari para tokoh pahlawan dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Menurut putri Almarhum SM Amin, Aida Ismeth Abdullah, ayahnya sudah diusulkan menjadi pahlawan nasional sejak tahun 2011.  Namun baru 2020 baru terealisasi. Aida berharap generasi penerus dapat meneruskan nilai-nilai dan cita-cita almarhum.

Mengutip siaran pers Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Laksma TNI Imam Suprayitno yang dipublikasikan pada 10 November 2020, dalam memberikan pertimbangan dan usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Acara tersebut diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta para tamu undangan terbatas lain kepada para ahli waris penerima gelar Pahlawan Nasional. (ks04)

editor: arham