Etty Apriyani, Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi FISIP UNRI

 Oleh : Etty Apriyani

(Penulis adalah Mahasiwa Universitas Riau Fakultas Ilmu Sosial dan Polituik Jurusan S1 Ilmu Komunikasi, dengan Dosen Pengampu Mata Kuliah Pengantar Sosiologi Ibu Resdati,S.Sos.M.Si.)

Virus corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada system pernapasan, infeksi paru-paru berat, bahkan kematian.

Upaya untuk mengatasi penyebaran virus corona ini pemerintah menerapkan Physical Distancing yang kini ditingkatkan menjadi PSSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Bahkan KEMENDIKBUD menyampaikan bahwa perkuliahan dialihkan dirumah secara online. Dengan adanya penyebaran Covid-19 ini membawa dampak besar dalam segala aspek secara global.

Covid-19 juga berdampak negative terhadap perekonomian global. Salahsatunya yang terdampak adalah  usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang  mengalami penurunan penghasilan akibat pandemic saat ini.

Akibatnya  banyak pemuda yang berusaha mencari pekerjaan maupun membuka usaha, agar tetap produktif agar bisa memenuhi kebutuhan mereka.

Saya Etty Apriyani, asal  Pulau Kundur Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, saat ini adalah salah satu mahasiwa Universitas Riau Fakultas Ilmu Sosial dan Polituik Jurusan S1 Ilmu Komunikasi, ingin memaparkan sebuah pengalaman dari seorang mahasiswa di Kabupaten Karimun, yang sukses membuka usaha di masa pandemi.

Salah satunya adalah Firman Wibowo. Dia saat ini adalah mahasiswa di asal Tanjungbatu Kundur, Kabupaten  Karimun, Propinsi Kepri.

Memanfaatkan waktu luangnya lantaran pemberlakuan belajar via daring (dalam jarigan) mahasiswa ini  memanfaatkan waktu kuliah onlinenya dirumah ini untuk sambil membuka usaha minuman.

Firman  yang biasanya di panggil Bowo ini adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN SUSKA RIAU).

Di masa pandemi , dia  menjalankan bisnis minuman hits yang dikenal dengan nama Minum Wak.

Gaji Tiga  Bulan Untuk Modal Buka Usaha

Di masa pandemi , dia  menjalankan bisnis minuman hits yang dikenal dengan nama Minum Wak.

Berawal dari libur pandemi dan kuliah online, Bowo mengaku saat pertama kali libur, ia sebenarnya sudah bekerja di tempat lain selama 3 bulan. Dia lalu  berhenti. Gajinya selama 3 bulan itu ia tabung.

Setelah sebulan ia menganggur, Bowo mengaku bingung tidak memiliki penghasilan, bahkan untuk membeli kuota internet. Di saat itulah ia mendapatkan ide untuk berjualan minuman hits ini.

“Saya mencari ide berjualan minuman hits ini secara otodidak, dari cara membuatnya dan cara marketing ini semua dipelajari dari youtube,” ujar Bowo yang dijumpai akhir pekan lalu.

Setelah berjalan beberapa bulan ia menjalani bisnis ini ternyata omzetnya melebihi ekspektasi.  “Alhamdulillah omzet sekarang melebihi ekspektasi, karena target awal bias terjual 20 gelas per hari. Namun setelah berjualan bias 50 sampai 60 gelas per hari. Hasil yang didapat juga lumayan, bisa mencapai kisaran jutaan rupiah per bulannya,”paparan Bowo.

Namun demikian, sebagai mahasiswa ia mengaku memiliki kendala dalam menjalankan bisnis ini.

Ini lantaran  ia juga harus menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa untuk mengikuti kelas online dan juga mengerjakan tugas tugas kuliah. Tapi kendala tersebut bisa diminimalisirkan olehnya.

Caranya adalah dengan membagi waktunya. “Jika waktunya ia kuliah,  tidak bisa dijalankan bersamaan dengan jualan. Jualannya saya tinggalkan dulu . Saya kejar tugas kuliah ataupun menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu,” papar Bowo.

Bowo berpesan kepada para pemuda yang ingin menjadi kreatif di masa pandemi bisa mengijkuti jejaknya. “Mahasiswa  jangan takut untuk memulai usaha.  Jangan menunggu adanya lapangan kerja yang hadir di hadapan kita. Tapi ciptakanlah lapangan kerja itu sendiri. Salah satunya dengan berwirausaha,” kata dia.

Manfaatkan teknologi yang ada dan  manfaatkan situs yang ada menjadi salah satu cara. Selain itu kata Bowo, di zaman modern seperti ini, banyak hal yang bisa dipelajari dengan mudah.

“Dengan kerja keras, kerja  cerdas dan berdoa insyaallah anda bisa meraih kesuksesan yang anda inginkan,” imbuhnya. (***)

 

*) Catatan redaksi: Opini yang telah terbit, isi tanggung jawab penulis.