Rapat koordinasi pelaksanaan Pelita Nusantara 2021.

Keprisatu.com – Batam akan dijadikan tempat penyelenggaraan event olaharaga udara, Pelangi Nusantara 2021. Kegiatan ini tentunya akan berdampak pada sektor pariwisata yang bisa menarik kunjungan wisatawan asing maupun lokal.

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengatakan untuk menjalankan kegiatan ini perlu persiapan yang matang seperti lokasi pelaksanaan karena event tersebut butuh lokasi yang sesuai dengan olahraga dirgantara.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Kalau sudah dijalankan, maka akan mendukung dunia pariwisata di Batam,” kata Syamsul, Kamis (12/11).

Ia mengungkapkan, dengan adanya event yang memacu adrenalin tersebut, akan menggeliatkan lagi dunia pariwisata di Batam. Ditambah akan ada lokasi khusus untuk olahraga ini yang bisa dikembangkan nantinya.

Paban III/Tahwildirga Spotdirga, Kol Sus Kodrat Maliki, mengatakan pihaknya datang langsung ke Batam untuk menjajaki rencana penyelenggaraan Pelangi Nusantara 2021. Ia mengatakan, event tersebut dinilai akan membantu daerah setempat khususnya di sektor pariwisata.

“Program ini perlu dukungan dari Pemda Batam, harus bersama menjajaki ini. Kita melihat kemungkinan bisa diaplikasikan di Batam,” ujarnya.

Ia mengatakan, butuh tempat khusus karena beberapa jenis olahraga tersebut membutuhkan tempat ketinggian seperti olahraga paralayang. Selain itu, ada landasan khusus yang saat ini sedang dijajaki oleh Lanud Hang Nadim Batam.

“Semua harus memenuhi syarat dan kita masih tahap penjajakan apakah memungkinkan digelar di Batam,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas operasi Lanud Hang Nadim Batam, Mayor (Lek) Wardoyo, mengaku sudah menjajaki tiga lokasi di Batam, yakni pantai gobak dan bukit gendang di Galang dan taman wisata mata kucing, Sekupang.

“Dari lokasi yang sudah jajaki, sudah memenuhi syarat. Bahkan, beberapa tempat sudah terdapat akses jalan,” ujarnya.

Dari tiga tempat ini, beragam olahraga yang bisa dilaksakan, untuk di Pulau Galang diprioritaskan paralayang karena memiliki bukit-bukit ketinggian yang memungkinkan untuk terbang. Sementara di Taman Wisata Mata Kucing, khusus; dron, aeromodelling, hingga pesawat track.

“Beberapa lokasi sudah kita bersihkan untuk dilakukan uji coba,” ujarnya.(ks10)

Editor : Aini