Nisfu Sya'ban
Ilustrasi

Keprisatu.com – Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan  mulia di antara bulan-bulan lainnya. Bulan ini adalah pintu menuju bulan Ramadan. Di dalamnya bahkan ada malam yang utama, yaitu malam nisfu Sya’ban yang akan jatuh pada Ahad malam tanggal 28 Maret 2021 atau malam 15 Sya’ban 1221 Hijriah.

Menurut Pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya, bernama bulan Sya’ban karena pada bulan ini terpancar bercabang-cabang kebaikan yang banyak (yatasya’abu minhu Khairun katsir). Sehingga, siapa yang berupaya membiasakan diri bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan ini, ia akan menuai kesuksesan di bulan berikutnya, yaitu Ramadan.

Buya melanjutkan, pendapat lainnya yang menyebut Sya’ban berasal dari kata Syi’b, yaitu jalan ِdi sebuah gunung atau jalan kebaikan. ”Sehingga dalam bulan ini terdapat banyak kejadian dan peristiwa yang sangat perlu kaum Muslimin perhatikan,” tulis Buya dalam Hujjah Ilmiah Amalan di Nisfu Sya’ban, yang Keprisatu.com kutip Jumat (26/3/2021).

Ada beberapa amalan yang biasa para Salafuna shaleh lakukan di bulan Sya’ban. Diantaranya untuk mempersiapkan dan melatih diri dengan memperbanyak ibadah dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Amalan itu diantaranya berupa puasa dan menghidupkan malam nisfu Sya’ban.

”Puasa di bulan Sya’ban termasuk sunnah karena untuk melatih agar nanti ketika bulan Ramadan tiba sudah terbiasa dengan puasa. Selain itu bulan ini juga banyak manusia yang lalai sebagaimana dalam beberapa hadits yang menjelaskannya. Namun kita tidak perlu mengkhususkan hari tertentu dari bulan Sya’ban untuk amalan berpuasa. Ini karena tidak ada hadits yang benar secara khusus menentukan hari tertentu untuk puasa.ِ Yang ِada adalah ِriwayat ِyang ِmenjelaskan ِanjuran puasa bulan ِSya’ban secara umum,” terang Buya.

Kemudian, kata Buya, jumhur ulama berpendapat bahwa ِmenghidupkan malam nishfu Sya’ban hukumnya adalah sunnah. Baik dengan cara beribadah secara bersama sama ataupun dengan sendiri sendiri. ”Kita boleh mengisinya dengan bermacam-macam ibadah seperti puasa, shalat, dan lain sebagainya. Itulah yang para ulama lakukan dalam menghidupkan malam nishfu Sya’ban,” imbuh Buya. (ks04)