Ngesti Yuni Suprapti, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Natuna.

Keprisatu.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Natuna,  Dra Hj Ngesti Yuni Suprapti, mengaku siap maju lahir batin di ajang pilkada Desember 2020 mendatang, jika partai Golkar dan masyarakat menghendaki.

Hal itu ditegaskan Ngesti di sela-sela kegiatannya, dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Natuna.

Baca juga: Polres Natuna Gandeng KPUD Natuna Sukseskan Pilkada 2020

Namun, meski menyatakan kesiapannya, Ngesti juga menyadari kalau Partai Golkar, dalam menetapkan bakal calon kepala daerah ,  selalu menjalankan proses atau  tahapan yang harus dilalui.

“Pertama revisi perubahan atau surat tugas sementara, lalu kedua  rekonsiliasi antar partai di tingkat pusat dan daerah, fit and proper test, dan terakhir survei serta laporan hasil survei,” papar Ngesti.

Baca juga: Pilkada Serentak Disepakati 9 Desember 2020, Mendagri: Pakai Protokol Kesehatan

Hal yang paling terpenting adalah ada tidaknya rekomendasi calon kepala daerah yang akan mendaftar ke KPU.

Baca juga: Golkar Siap Menangkan Pilkada Serentak Seluruh Kepri

Ditanya soal ada tidaknya “penumpang” lain, yang ikut mencalonkan diri sebagai calon Bupati selain Ngesti dan Hadi Candra sebagai calon Bupati Natuna, Ngesti menjelaskan secara administrasi, Partai Golkar punya mekanisme penjaringan.

Dalam penjaringan itu, sudah dilakukan sejak awal dilanjutkan rapat penentuan calon dan bakal calon kepala daerah dari Partai Golkar. “Semua itu ada prosesnya, secara administrasi mulai dari DPD, kemudian DPD provinsi, lalu ke DPP,” terang Ngesti.

“Jika ada calon lain yang akan menumpang dengan Partai Golkar sebagai bakal calon kepala daerah, tentu Golkar sudah berkonsolidasi dengan partai lain untuk pengusungan, karenanya Golkar tidak bisa sendiri maju mengusung calonnya, tanpa berkoalisi dengan partai lain, ” ujar Ngesti lagi.

Ditanya kemungkinan lain seandainya ada partai lain yang akan mengajaknya untuk calon wakil bupatinya, Ngesti menjawab, “Tentu kita melihat bargainingnya seperti apa, ini politik lho, politik itu dinamis.”(ard)