Susi Pudjiastuti, (F. CNNIndonesia)

Keprisatu.com – Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ramai diperbincangkan di media sosial Twitter. Penyebabnya adalah kicauan Guru Besar Fisip Universitas Airlangga (Unair) Henry Subiakto tentang tokoh yang tidak sekolah tapi jabatannya melambung.

Lewat akun Twitter pribadinya, Henry berkata bahwa ada tokoh yang memiliki jabatan tinggi dan perusahaannya untung meski tidak lulus sekolah. Staf ahli Menkominfo itu juga berkata orang yang menggantikan jabatan tokoh itu membuat kebijakan yang tidak nyambung.

Ada tokoh yg sekolah gak tamat, tp jabatannya melambung, dan perusahaanya untung. Kemarin jabatannya diganti orang yg kebijakannya gak nyambung, tambah perusahaan miliknya lg buntung. Logislah lalu bermanuver politik, siapa tahu 2022/2024 kembali beruntung,” kicau @henrysubiakto, Kamis (4/2).

Henry tidak menyebut siapa orang yang dimaksud. Namun, Susi lewat akun @susipudjiastuti mengunggah gambar berisi kicauan Hendry dan emoticon senyum. Dia juga memperkenalkan dirinya sendiri kepada Henry.

Selamat sore Pak Henry Subiakto, saya susi pudjiastuti… salam kenal,” kicau @susipudjiastuti.

 

Sejumlah akun tampak merespon kicauan Susi. Akun @FitriAnandaaa_ misalnya yang menyatakan cinta kepada Susi.

Love buat bu susi,” kicau @FitriAnandaaa_.

Sedangkan @ghozihanif22 menyampaikan bahwa Susi sudah menampakkan pendidikan sekolah dengan mengikuti program paket C.

Ah setau gue bu susi udah ikut paket deh,” kicau @ghozihanif22.

 

Sementara @risalatulumami tampak menirukan kicauan Susi. Dia memperkenalkan dirinya sendiri kepada Susi.

“Selamat petang juga bu susi, salam kenal dari risa di banyuwangi hehe,” kicau @risalatulumami.

Sebelumnya Susi ‘diserang’ para pendengung atau buzzer di akun twitter resmi miliknya @susipudjiastuti usai mengajak unfollow akun twitter Permadi Arya alias Abu Janda.

Bukannya berdiam, Susi justru melawan serangan tersebut dengan ‘banyolan’ via akun Twitter-nya. Seruan itu dilakukan Susi, lantaran menurut dia mestinya tak ada lagi cuitan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) seperti yang dilakukan Abu Janda. (KS03-sumber : cnnindonesia)

Editor : Joko