Nelayan Batam kini mengekspor rumput laut ke China.
Nelayan Batam kini bisa mengekspor rumput laut ke China dan Vietnam. (Foto: Katabatam)

Keprisatu.com – Nelayan Mat Belanda, Batam, Provinsi Kepri mengekspor sebanyak 150 ton rumput laut ke China dan Vietnam. Kini kelompok nelayan setempat, sedang menjajal untuk ekspor ke Jepang.

Pembina Kelompok Nelayan Rumput Laut, Azhari mengungkapkan hingga saat ini warga Mat Belanda, Belakangpadang, Batam bahkan mampu mengumpulkan rengkam sebanyak 200 ton per bulan. Rengkam tersebut diolah menjadi pupuk dan makanan ternak yang bertujuan untuk pasar ekspor ke China dan Vietnam.

“Awalnya kita ingin menghidupkan ekonomi masyarakat, sehingga kita lakukan kajian untuk mengelola rumput laut jenis sargasum tersebut,” ungkapnya.

Selama ini, rumput laut jenis tersebut ini hanya menjadi gulma dan penghambat laju kapal nelayan. Namun seiring waktu, muncul ide untuk mengelola sergam dan ternyata di luar negeri rumput tersebut sangat berharga.

“Rumput ini selain produksinya untuk menjadi pupuk, bisa pula untuk pakan ternak,” sebut dia.

Diresmikan Jadi Kampung Tangguh 

Dia menjelaskan, hasil dari kelompok nelayan rumput laut di wilayah itu, sudah tiga kali ekspor. Pertama, sebanyak 25 ton pada November 2020, Kedua ekspor pada Desember 2020 sebanyak 50 ton. Kemudian Ketiga pada Januari 2021 lalu, sebanyak 75 ton. Sehingga total ekspor sudah 150 ton.

“Kita terus lakukan pembinaan, tak hanya di Pulau Mat Belanda. Kita juga coba di pulau-pulau lain agar rumput ini menjadi penopang ekonomi anak-anak pulau, sehingga bisa mandiri di kampung sendiri. Rata-rata penghasilan warga pulau setempat saat ini Rp260 ribu per hari,” kata dia.

BACA JUGA: Nelayan Kepri Bertemu Menteri Trenggono

Pada Sabtu (6/2/2020) lalu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi meresmikan kampung Mat Belanda tersebut sebagai ”Kampung Tangguh” di Batam. Keberadaan kampung ini mendapat apresiasi karena mampu meningkatkan perekonomian warga di tengah pandemi Covid-19.

Rudi meresmikan kampung tanggu tersebut bersama Kapolresta Barelang Kombes Yos Guntur dan Dandim 0316 Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan.

“Saya sudah lihat, bagaimana pengelolaan rumput laut yang menjadi penopang ekonomi warga. Kita sangat bersyukur, masyarakat bisa lebih sejahtera,” ujar Rudi, sebagaimana Media Centre Batam mengutipnya. (ks04)

editor: arham