Talk show membahas penangan covid-19 di Kepri. 91 persen Nakes sudah menerima suntikan vaksin.
Talk show membahas penanganan covid-19 di Kepri. 91 persen Nakes Kepri sudah menerima suntikan vaksin. (Foto: Humas Kepri)

Keprisatu.com – Tenaga kesehatan (Nakes) Provinsi Kepri, sudah sekitar 91 persen telah menerima suntikan vaksin covid-19. Sasaran vaksinansi selanjutnya untuk TNI dan Polri.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kepri, TS Arif Fadilah menyebutkan hal itu, Selasa (16/2/2021) saat talk show di TV Kepri, di Hotel Pelangi, Tanjungpinang, Kepri.

“Sekitar 91 persen, khusus tenaga kesehatan sudah mendapatkan suntikan vaksin,’’ ujarnya.

Kemudian dia merincikan, setelah nakes Kepri, maka sasaran vaksinasi selanjutnya, yaitu anggota TNI dan Polri.

”Selanjutnya untuk yang bekerja di bagian pelayanan publik. Setelah itu, baru untuk ASN dan masyarakat,” imbuh Rais.

Arif menegaskan, jika semua warga Kepri harus mendapatkan vaksin. Menyangkut jenis vaksin, pemerintah pusat sudah memutuskan dan tidak ada yang perlu masyarakat ragukan lagi.

“Vaksin Sinovac yang kita gunakan, ini terjamin kesehatan, ketersediaan, dan kehalalannya,” ujarnya.

Cara Terbaik

Rudi Chua selaku tokoh masyarakat dan juga anggota DPRD Kepri, yang juga sudah dua kali suntik vaksin mengatakan dengan vaksinasi masyarakat memiliki tameng untuk tidak terinfeksi covid-19.

“Dengan vaksin, maka kita akan memiliki tameng untuk tidak terinfeksi. Namun demikian, protokol kesehatan harus tetap kita jalankan seperti menjaga jarak, pakai masker, selalu cuci tangan dan sebagainya,” ujar Rudi Chua.

”Saya yakin inilah cara terbaik. Makanya saya mau menerima  vaksin dan saya harap masyarakat juga memiliki pandangan yang sama untuk vaksin ini,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris IDI Tanjungpinang dr M Faisal mengatakan vaksin Sinovac merupakan satu dari enam pilihan vaksin yang ada di dunia yang dipilih oleh Pemerintah Indonesia. Telah pemerintah didistribusikan kepada masyarakat .

“Vaksin Sinovac ini prinsipnya sama dengan vaksin yang lain. Yakni untuk membangkitkan kekebalan tubuh. Alasan pemilihan  Sinovac karena ketersediaan, keamanan, dan kesehatan,” katanya.

Vaksin ini juga akan membentuk antibodi. Dan masyarakat harus mendapatkan tahapan dosis vaksin dua kali, agar bisa bertahan lama.

Sedangkan H Zubat selaku ketua komisi Fatwa MUI Kepri berharap masyarakat tidak perlu meragukan lagi untuk kehalalan vaksin Sinovac. Karena sudah melalui penelitian dan terbukti halal, prosesnya juga bersih dan suci.

“Saya harap masyarakat tidak perlu ragu dan berdebat lagi, karena kami dari MUI sudah mengeluarkan fatwanya. Vaksin Sinovac ini kita nyatakan halal dan suci. Tidak mengandung gelatin babi, bagian tubuh manusia dan hal-hal lain yang Islam haramkan,” jelas H Zubat. (ks04)

editor: arham