Batam, Keprisatu.com – Ketua Umum KONI Provinsi Kepulauan Riau Usep RS menegaskan pentingnya penguatan pembinaan pencak silat secara berjenjang untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Kepri ke tingkat nasional hingga internasional. Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan menjelang kejuaraan, tetapi harus dibangun secara berkelanjutan dari tingkat usia dini.
“Pembinaan harus dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan. Mulai dari Porprov, Porwil, PON hingga kejuaraan internasional. Dari setiap jenjang itu harus lahir atlet yang semakin matang dan siap bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Usep RS.
Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan digelarnya Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kepulauan Riau. Forum organisasi tersebut menjadi momentum penting bagi IPSI Kepri untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun arah pembinaan pencak silat untuk empat tahun ke depan.
Dalam Musprov VI tersebut, Sugianto, S.H kembali dipercaya memimpin IPSI Provinsi Kepulauan Riau untuk periode 2026–2030. Sugianto ditetapkan sebagai ketua umum secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal yang memperoleh dukungan dari seluruh pengurus IPSI kabupaten dan kota peserta Musprov.
Terpilihnya kembali Sugianto menjadi bagian dari kesinambungan kepemimpinan IPSI Kepri dalam menjalankan program pembinaan organisasi maupun atlet. Kepercayaan tersebut sekaligus membawa amanah untuk meningkatkan prestasi pencak silat Kepulauan Riau pada berbagai jenjang kompetisi.
Usep RS berharap kepengurusan IPSI Kepri periode 2026–2030 dapat semakin memperkuat koordinasi antara pengurus provinsi dengan IPSI kabupaten dan kota. Termasuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan perguruan pencak silat, pelatih, wasit, serta para atlet.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet sangat bergantung pada kesinambungan program di setiap tingkatan. Atlet yang tampil di tingkat provinsi harus dipersiapkan untuk naik ke level regional, kemudian nasional, hingga memiliki kesempatan memperkuat Indonesia di ajang internasional.
Karena itu, Musprov IPSI Kepri diharapkan tidak berhenti pada agenda pemilihan kepengurusan. Forum tersebut juga harus menghasilkan program nyata yang mampu menjawab kebutuhan pembinaan atlet dan perkembangan pencak silat di Kepulauan Riau.
Sementara itu, Sugianto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin IPSI Kepri. Ia menyebut amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh jajaran pengurus dan keluarga besar pencak silat di daerah.
Sugianto menegaskan, kepengurusan periode 2026–2030 akan diarahkan pada penguatan organisasi, peningkatan prestasi atlet, serta pembinaan pesilat sejak usia dini. Regenerasi menjadi salah satu perhatian penting agar prestasi pencak silat Kepri dapat terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Ia juga menempatkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri sebagai salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan. Atlet yang menunjukkan potensi di tingkat daerah akan terus dipantau dan dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi dengan level yang lebih tinggi.
“Ini amanah yang harus kita jalankan bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh IPSI kabupaten dan kota, perguruan, pelatih serta atlet untuk membangun prestasi pencak silat Kepri,” kata Sugianto.
Selain membahas kepemimpinan, Musprov VI IPSI Kepri juga menjadi forum evaluasi terhadap program kerja kepengurusan sebelumnya. Evaluasi tersebut menjadi bahan untuk melihat capaian sekaligus menentukan program yang perlu diperkuat pada periode kepengurusan berikutnya.
Musprov juga menyusun arah kebijakan dan program strategis IPSI Kepri periode 2026–2030. Sejumlah rekomendasi diarahkan untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta memperluas ruang kompetisi bagi para pesilat di Kepulauan Riau.
Di sisi lain, penguatan pencak silat juga diharapkan tetap berjalan seiring dengan upaya melestarikan pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Dengan pembinaan yang terstruktur, nilai-nilai budaya dan olahraga prestasi dapat berjalan bersama dalam membentuk pesilat yang tidak hanya memiliki kemampuan bertanding, tetapi juga karakter dan disiplin.
Dengan kembali dipercayanya Sugianto memimpin IPSI Kepri hingga 2030, keluarga besar pencak silat Kepulauan Riau diharapkan semakin solid. Target akhirnya adalah membangun jalur pembinaan yang jelas dari daerah menuju nasional dan internasional, sehingga semakin banyak pesilat Kepri yang mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama daerah hingga ke pentas dunia. (tjl)
