Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin saat apel pagi pegawai Pemprov Kepri, Senin (16/11/2020).

Keprisatu.com – Di Provinsi Kepri, kini ada Gerakan Satu Miliar Kelapa. Gerakan ini disampaikan langsung oleh Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin ketika memimpin apel pagi pegawai Pemprov Kepri, Senin (16/11/2020).

Gerakan satu miliar kelapa ini bermula dari seringnya Kepri dijadikan pintu ekspor kelapa, walau sumber kelapanya sendiri bukan murni dari Kepri. Tetapi sebagian diambil dari daerah lain atau tetangga Kepri.

Nah, potensi besar inilah yang dilirik oleh Pjs Gubernur Kepri. Kenapa kelapa itu tidak ditanam sendiri oleh masyarakat Kepri?

”Potensi ekspor produk kelapa dari Kepri ternyata besar. Karena itu saya ajak seluruh komponen masyarakat ikut berpartisipasi dalam menanam kelapa. Kita tanam bersama-sama satu miliar kelapa di Kepri ini,” ujar Bahtiar.

Dia menyebutkan, di Kepri awal tahun ini, beberapa daerah melakukan ekspor olahan produk kelapa. Dari Karimun, misalnya pada April lalu dilepas kegiatan ekspor kelapa dan air kelapa ke Malaysia dengan nilai Rp1,2 miliar. Kemudian dari Bintan dilakukan ekspor santan organik kelapa dalam kemasan kaleng ke Jerman dengan nilai Rp1,3 miliar.

Melihat potensi ekspor olahan kelapa yang cukup besar, Bahtiar pun ikut menggalakkan penanaman kelapa. Karena, selama ini sebagian besar sumber utama kelapa itu ternyata masih dari provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi.

Untuk itulah, Bahtiar mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk berpartisipasi dalam Gerakan Satu Miliar Kelapa. ”Kalau di Karimun saya sudah ajak semua pihak, baik kepada Pemda, Forkompinda, swasta dan masyarakat agar mendukung gerakan menanam satu miliar pohon kelapa. Ini untuk memenuhi industri kelapa yang sudah ada di Kepri, serta permintaan ekspor yang terus meningkat,” kata Dirjen Polpum Kemendagri ini.

Dengan gerakan satu milar kelapa, Bahtiar yakin sumber utama kelapa yang diekspor dari Kepri, nantinya berasal dari Negeri Segantang Lada ini. Apalagi sebagai daerah kepulauan, kelapa diyakini Bahtiar akan sangat mudah tumbuh.

Kepada Dinas Pertanian Kepri, Bahtiar pun menginginkan agar menyediakan bibit kelapa terbaik. Sehingga gerakan ini tidak asal tanam, namun juga produknya bisa memenuhi kebutuhan ekspor. (ks04)

editor: arham