Konferensi pers perihal peralihan pengelolaan SPAM di Batam.

Keprisatu.com – Terhitung Sabtu (14/11) atau pukul 00.00 wib malam ini, PT. Moya Indonesia akan mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Batam. Hal ini sesuai dengan penunjukan PT. Moya Idonesia oleh BP Batam pada 4 September lalu, usai berakhirnya masa konsesi BP Batam dengan PT. Adhya Tirta Batam (ATB).

Sebelum memulai pengoperasian SPAM tersebut, BP Batam dan PT. ATB melakukan kegiatan penandatanganan peralihan kesepakatan. “Hari ini kita melakukan kegiatan penandatanganan peralihan kesepakatan antara PT ATB dan BP Batam,” kata Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto, Jumat (13/11) saat konferensi pers di gedung BP Batam.

Purwiyanto menjelaskan, terhitung mulai tanggal 14 November 2020 pukul 00.00 wib, PT. ATB tidak lagi menjalankan SPAM di Batam. Pengelolaan air bersih akan langsung ditangani oleh PT. Moya Indonesia.

“Ini perjalanan panjang, penuh perjuangan dan kami lakukan diskusi sebelumnya agar bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Saat ini, PT. ATB telah menyerahkan aset-asetnya sesuai dengan yang ada di dalam kontrak. Selain itu, PT. Moya Indonesia juga memiliki beberapa aset yang mendukung kelancaran pendistribusian air bersih.

“Asetnya banyak, mulai dari yang terkecil hingga yang besar seperti waduk, pengelolaan air bersih dan lainnya. Ada semuanya di dalam perjanjian, semuanya diserahkan ke kami,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasi SPAM Batam (PT. Moya Indonesia), Sutedi Raharjo, mengatakan pihaknya siap mengelola air bersih dan berkomitmen memberikan kelancaran air bersih bagi seluruh pelanggan.

“Kami akan menjamin kelancaran air bersih buat seluruh pelanggan,” ucapnya.

Kata dia, meskipun transisi cukup singkat, yakni hanya 6 bulan, namun mereka akan memberikan yang terbaik bagi seluruh pelanggan. Kata Sutedi, masyarakat tidak perlu khawatir karena semua pelayanan tetap sama seperti yang dilakukan oleh PT. ATB.

“Pelanggan tetap bisa melakukan pembayaran di gerai Alfamart dan Indomaret, atau kantor kami di Batam Center,” kata Sutedi.(ks10)

Editor : Aini