Keprisatu.com – Misteri penemuan jenazah pria tanpa identitas yang mengapung di perairan Air Dapur Luar, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, akhirnya terungkap. Warga sebelumnya digegerkan dengan temuan sosok pria yang sempat disebut sebagai Mr X sebelum identitasnya berhasil dipastikan oleh pihak terkait.
Korban diketahui bernama Sapto Agus Rinugraho, yang merupakan Bendahara Keuangan di Rumah Sakit BP Batam. Informasi ini sekaligus mengakhiri spekulasi publik mengenai identitas pria yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tersebut.
Kabar duka ini dibenarkan oleh pihak rumah sakit melalui Humas RSBP Batam, Dirman, saat dikonfirmasi pada Senin (16/2/2026). Ia memastikan korban adalah bagian dari keluarga besar rumah sakit dan dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam pekerjaannya.
“Iya, Bapak Sapto Agus Rinugraho merupakan bendahara di rumah sakit. Kami turut berdukacita atas kepergian beliau,” ujar Dirman. Pihak rumah sakit menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, sembari menunggu proses lanjutan dari pihak berwenang terkait peristiwa tersebut.
Dia mengatakan, pihak rumah sakit awalnya hanya menerima informasi terkait penemuan jenazah di wilayah Galang. Keluarga kemudian mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara untuk memastikan identitas korban.
“Sebelumnya ada informasi penemuan jenazah di Galang. Keluarga langsung datang ke RS Bhayangkara dan benar itu Pak Sapto. Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, manajemen RSBP Batam telah menyampaikan ucapan duka cita melalui media sosial resmi rumah sakit serta mengirimkan karangan bunga ke rumah duka. Pihak rumah sakit juga menggelar doa bersama setiap malam untuk almarhum.
“Kami dari perwakilan rumah sakit terus mendoakan almarhum. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tambah Dirman.
Jasad tersebut ditemukan tersangkut di bubu atau perangkap ikan milik nelayan di perairan Air Dapur Luar.
Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, membenarkan adanya penemuan tersebut. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membengkak dan diperkirakan telah beberapa hari berada di laut.
Ia menjelaskan, jasad pertama kali ditemukan saat seorang nelayan hendak mengangkat bubu yang dipasangnya. Ketika perangkap ditarik ke atas, nelayan itu mendapati tubuh pria dalam kondisi tersangkut.
Aparat kepolisian bersama warga kemudian melakukan proses evakuasi dan membawa jasad ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan medis serta proses identifikasi lebih lanjut. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban. (tjo)




