Beranda Tanjungpinang MES Kepri Gelar Workshop Literasi, Pariwisata Halal Jadi Sektor Potensial Penggerak Ekonomi

MES Kepri Gelar Workshop Literasi, Pariwisata Halal Jadi Sektor Potensial Penggerak Ekonomi

Workshop menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi, yakni Chasbullah Wibisono dari Universitas Batam (Uniba), Drs. H. Dadang, M.Si.

Tanjungpinang, Keprisatu.com – Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kepulauan Riau menggelar workshop literasi dengan mengangkat potensi pengembangan pariwisata halal sebagai salah satu sektor strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Tanjungpinang, Kamis (5/11/2026).

Workshop menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi, yakni Chasbullah Wibisono dari Universitas Batam (Uniba), Drs. H. Dadang, M.Si. dari Sekolah Tinggi Teknik Indonesia (STTI) Tanjungpinang, serta Dr. Dwi Vita Lestari Suhardi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Bintan.

Kegiatan dibuka Ketua MES Provinsi Kepri, Zulkhamirullah, yang dalam kesempatan tersebut diwakili Bendahara Umum MES Kepri, Hasan Yakop. Workshop ini menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan untuk merumuskan strategi pengembangan ekonomi syariah, khususnya melalui sektor pariwisata halal.

Sejumlah elemen penting turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari unsur pemerintah, guru, pemangku kepentingan perbankan syariah, mahasiswa, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), media hingga influencer. Keterlibatan berbagai unsur ini diharapkan memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Kepri.

Dalam sambutannya, Hasan Yakop menegaskan bahwa strategi yang dibahas melalui workshop tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas diskusi, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi konkret sebagai acuan bagi para pemangku kepentingan.

Sementara itu, Ketua MES Provinsi Kepri, Zulkhamirullah, menyampaikan bahwa pariwisata halal memiliki peluang besar untuk dikembangkan mengingat Kepri mempunyai potensi wisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Potensi tersebut perlu dipetakan dan dikelola secara terarah agar mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah.

Menurutnya, pengembangan pariwisata halal tidak hanya berkaitan dengan destinasi wisata, tetapi juga mencakup ketersediaan layanan, produk, kuliner, serta fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan. Dengan demikian, sektor ini dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM.

Zulkhamirullah menambahkan, aktivitas ekonomi dari sektor pariwisata berpotensi memberikan dampak berantai terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Karena itu, keterlibatan pemerintah, perbankan syariah, akademisi dan pelaku usaha diperlukan agar pengembangan pariwisata halal berjalan secara berkelanjutan.

Melalui workshop literasi tersebut, MES Kepri berharap rekomendasi hasil dialog ilmiah dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengembangan pariwisata halal. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat UMKM, pengembangan sektor ini juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (tjl)