Para CEO Perusahaan Multinasional bidang teknologi yang diisi orang India

 

Batam, Keprisatu.com – Perusahaan multinasional, terutama perusahaan teknologi di Silicon Valley, ramai-ramai menunjuk CEO asal India.

Beberapa di antaranya adalah Microsoft (Satya Nadella), IBM (Arvind Krishna), Alphabet—Induk Google (Sundar Pichai), Adobe (Shantanu Narayen), hingga yang terbaru adalah Twitter (Parag Agrawal).

Tentu ada beberapa faktor mengapa perusahaan raksasa memilih orang-orang tersebut. Mengingat, populasi mereka di Amerika tak sampai 5 juta orang. Dan tentu saja, tidak semuanya memiliki syarat untuk duduk di posisi tersebut.

Jumlah orang India di Amerika hanyalah 1% dari total populasi. Sementara populasi pekerja keturunan India di Silicon Valley hanya 6% dari total pekerja.

Jika pekerja di Silicon Valley berjumlah 1 juta orang, maka, orang India yang bekerja di sana hanya 60 ribu. Tetapi, menariknya, mereka menempati posisi penting di perusahaan.

Kemampuan Beradaptasi dengan Kondisi

Semua orang, tak hanya India, memiliki kemampuan beradaptasi untuk melanjutkan hidup dengan layak. Tetapi, orang-orang India ternyata memiliki kemampuan tersebut di atas orang-orang kebanyakan.

Di negara tersebut, kamu harus mengatasi masalah yang kerap kali dibuat oleh negara atau masyarakat yang tidak adil.

Kemauan, kreativitas, dan banyak hal lain yang dibutuhkan untuk membuat perubahan merupakan bagian dari hidup. Alasan kenapa CEO banyak orang India adalah kemampuan bertahan mereka. India merupakan salah satu negara dengan penduduk terbesar, yakni lebih dari 1 miliar orang. Tentu saja, kondisi tersebut menyebabkan tingginya persaingan. Di sisi lain, infrastruktur dalam negeri belum terlalu merata.

Kondisi demikian memaksa mereka untuk menerima atau mengubah kondisi. Orang-orang yang kamu kenal sebagai CEO itulah sedikit dari banyaknya orang India yang bermimpi mengubah kondisi.

Memiliki Kerendahan Hati

Sebagian orang-orang kelahiran India pernah merasakan hidup dengan ketidakpastian. Seperti aliran air yang lancar besok pagi, kemungkinan dihadang perampok di jalanan sepi, dan birokrasi. Ternyata, hal tersebut terbawa ke pekerjaan.

Orang-orang India ternyata menjadi pekerja yang tekun. Bahkan, perusahaan selalu memperhatikan aspek ini sehingga mereka mendapat karier yang baik.

Perjalanan karier yang bermula dari bawah inilah yang membuat mereka menjadi pribadi yang kuat, berdedikasi, serta rendah hati. Tokoh-tokoh yang kamu kenal, seperti Parag, Pihcai, atau Arvind memiliki sifat tersebut. Dengan pembawaan ideal itu, mereka bisa duduk di posisi tertinggi.

Selain itu, sifat rendah hati juga muncul karena kepindahan mereka di negara lain. Saat tinggal di tempat baru, mereka akan memulai hari sebagai orang asing yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Cara paling sederhana melakukannya adalah dengan menjadi pribadi rendah hati dan apa adanya.

Kemampuan Prediksi yang Baik

Orang India memiliki kemampuan memprediksi yang baik. Hal itu menjadi salah satu alasan kenapa CEO banyak orang India.

Kemampuan ini merupakan salah satu dampak keterbatasan yang pernah mereka rasakan. Ketidakpastian dan keterbatasan yang silih berganti membuat mereka memperkirakan kemungkinan-kemungkinan sekaligus alternatifnya.

Salah satu yang sempat terekam adalah pernyataan Mathrani, petinggi WeWork yang merupakan keturunan India. Dalam wawancara dengan CNBC, dia memprediksi masa depan mall di Amerika.

Di waktu yang sama, Mathrani menyebutkan dua probabilitas terhadap industri ritel tersebut.

Berpendidikan Tinggi

Orang-orang India yang tinggal di Amerika memiliki pendidikan yang tinggi. Dalam riset yang dilakukan Pew Research, 77,5% populasi orang India di Amerika bergelar sarjana atau lebih tinggi. Bahkan lebih baik 31,6% dibanding masyarakat asli Amerika.

Dengan latar pendidikan yang baik, maka tidak heran kenapa CEO banyak orang India. Saat ini, lebih dari 70% VISA kerja H1B yang dirilis pemerintah Amerika diberikan kepada software engineer asal India. Bahkan 40% teknisi asing di kota-kota besar Amerika berasal dari India.

Memiliki Pandangan yang Menarik Mengenai Waktu

Alasan lain kenapa CEO banyak orang India adalah pandangan mereka terhadap waktu. Mereka mengerjakan sesuatu dengan urutan tertentu dan fokus dengan dua hal, yakni ada kehidupan dan pekerjaan.

Persepsi waktu sama dengan cara kita memandang garis waktu. Apakah kita memandangnya sebagai urutan atau keterkaitan. CEO Microsoft yang juga keturunan India, Satya Nadella, mengatakan bahwa apa dia lakukan adalah penyelarasan yang terhadap hal-hal yang dia perhatikan, minat, dan pekerjaannya.

Dia menganggap Microsoft sebagai tempat untuk memenuhi hasrat. Di sana, dia menemukan makna dan merupakan bentuk relaksasi utama.

Kemampuan Matematika yang Memadai

Kebanyakan orang India yang berada di Amerika bekerja di perusahaan teknologi. Perusahaan semacam itu akan mengedepankan kemampuan ilmu eksak seperti matematika.

Matematika merupakan syarat yang dibutuhkan untuk masuk ke perusahaan teknologi. Saat ini banyak mahasiswa India yang berkuliah di luar negeri untuk konsentrasi mengambil studi ilmu eksak itu. Maka, tidak heran kenapa CEO banyak orang India.

Menghargai Perbedaan

Dalam perusahaan, keberadaan kepemimpinan yang beragam sangat penting. Dalam studi yang dilakukan Deloitte menemukan fakta bahwa 69% pekerja percaya bahwa manajemen yang beragam membantu menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan menggambarkan bahwa kesempatan terbuka untuk siapa pun.

Di perusahaan teknologi, orang Asia terwakili dengan baik. Penelitian terkini mengatakan bahwa orang Amerika berkulit putih asli mengakhiri praktik diskriminasi dengan menyamakan upah untuk tiap pekerja dari mana pun dan memperlakukan tiap orang dengan baik.

KS10

Sumber: finansialku.com