Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda Terjadi sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB.
Keprisatu.com – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik dan vulkanik tertinggi di dunia. Posisi geografisnya yang berada tepat di jalur Ring of Fire (Cincin Api Pasifik) menjadikan wilayah Nusantara kerap mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi.
Ring of Fire merupakan cekungan Samudra Pasifik sepanjang 40.000 kilometer yang membentang dari Amerika Selatan, Amerika Utara, Jepang, hingga ke Indonesia. Jalur ini terbentuk akibat zona subduksi, yaitu kondisi di mana lempeng tektonik saling bertumbukan dan meledak atau menyusup ke bawah lempeng lainnya.
Gambar: Di olah oleh AI
Di wilayah Indonesia, kondisi geologis makin kompleks karena menjadi titik temu tiga lempeng tektonik besar dunia:
Lempeng Indo-Australia,
Eurasia,
dan Pasifik.
Pergerakan konstan dari lempeng-lempeng ini memicu akumulasi energi yang berkala dilepaskan dalam bentuk gempa bumi. Selain itu, dinamika ini memunculkan lebih dari 120 gunung api aktif yang tersebar dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Maluku.
Meski menyimpan risiko bencana alam seperti gempa, tsunami, dan erupsi vulkanik, keberadaanRing of Fire juga membawa berkah tersendiri. Abu vulkanik dari erupsi gunung berapi menjadikan tanah di Indonesia sangat subur untuk sektor pertanian. Selain itu, Indonesia juga memiliki cadangan energi panas bumi (geothermal) terbesar di dunia yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi bersih.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan literasi mitigasi bencana. Mengetahui posisi tempat tinggal terhadap risiko bencana serta memahami langkah evakuasi mandiri menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak risiko di kawasan Ring of Fire.