Keprisatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pernyataan sekaligus perintah kepada Menteri Perdagangan untuk menjamin stabilitas minyak goreng di dalam negeri.

Hal itu dilakukan untuk menekan harga minyak goreng yang hingga saat ini telah melonjak tinggi hingga mencapai Rp 18 ribu- Rp20 ribu per liternya.

Rencananya, Pemerintah Pusat akan menggelontorkan sedikitnya Rp3,6 triliun untuk mensubsidi harga minyak goreng, dengan harga jual per liternya menjadi Rp14 ribu.

Terkait kebijakan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun Muhammad Yosli mengatakan, terkait wacana tersebut pihaknya masih menunggu surat resmi dari Kementerian Perdagangan yang hingga saat ini masih belum diterima.

“Iya kami sudah mendengar perihal itu. Tetapi masih menunggu surat resminya dan kami belum menerima,” kata Yosli, Senin (10/1/2022).

Ia mengatakan, jika surat resmi dari Kementerian Perdagangan telah diterima oleh pihaknya, maka selanjutnya dari Dinas Perdagangan Karimun akan segera meralisasikannya.

“Sekarang kami belum tau dengan harga Rp14ribu itu untuk jenis minyak goreng seperti apa. Apa yang kemasan atau curah, dan apabila sudah jelasnya baru kami tindak lanjuti,” katanya.

Yosli berharap dengan adanya pemberian subsidi dari Pemerintah Pusat, harga minyak.goreng akan kembali bisa turun ke HET yang telah ditetapkan. Pihaknya mendukung penuh dengan program tersebut.

“Kami sangat mendukung dan harapannya ini bisa kembali menstabilkan harga minyak goreng di pasaran. Ibu- ibu sudah banyak yang mengeluh, karena sudah hampir 3 bulan ini harga minyak goreng naik secara bertahap,” katanya.

(KS12)

Editor : Tedjo