Matahari
Matahari Department Store.
Keprisatu.com – Pusat belanja Matahari terpaksa menutup 25 gerainya, setelah mengalami kerugian sepanjang tahun 2020. Rugi bersih Matahari tercatat sebesar Rp823 miliar.
Emiten ritel milik Grup Lippo, PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp823 miliar sepanjang tahun lalu. Rugi ini berdasarkan data laporan keuangan unaudited. Kondisi ini berbalik dari tahun 2019 ketika LPP masih mencetak laba bersih Rp1,34 triliun.
CNBCIndonesia mengutip paparan kinerja unaudited yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (1/2/2021). Di paparan itu, LPPF juga mencatatkan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) negatif, yakni Rp22 miliar, dari EBITDA positif Rp2,21 triliun.

Sementara itu laba kotor minus 54 persen di tahun lalu menjadi Rp2,82 triliun dari tahun sebelumnya Rp6,12 triliun.

Adapun total aset bertambah Rp1,54 triliun menjadi Rp6,37 triliun dari Desember 2019 Rp4,83 triliun.

Dalam dokumen paparan yang disampaikan Miranti Hadisusilo, Corporate Secretary dan Direktur Legal LPPF, perusahaan total memiliki 147 gerai di akhir 2020 termasuk 23 gerai dalam pantauan kinerja.

Di kuartal 4-2020, perusahaan menutup 6 toko dan secara tahunan menutup 25 gerai. Penutupan 25 gerai ini termasuk 12 gerai di Q1-Q3, sebanyak 7 gerai yang tidak menguntungkan (juga di periode Q1-Q3), dan sebanyak 6 gerai di Q4-2020.

Adapun 6 geri tersebut yakni gerai Mahahari di Lippo PLZ MAL Yogja, Lippo MAL Kuta, Keboen Raya BGR, Lippo PLZ MAL Gresik, Mayofield TC KWG, dan gerai Matahari di GTC TC Makassar. (ks04)

editor: arham