Sejumlah warga menanyakan tagihan listrik tinggi ke unit bisnis service bright PLN Batam, Rabu (3/6/2020).

Keprisatu.com – Sejumlah masyarakat mendatangi Kantor Area Pelayanan bright PLN Batam, Komplek Pertokoan Capitol Superblock Imperium Blok B1, B2A Baloi, Rabu (3/6/2020). Kedatangan masyarakat, mengeluhkan tingginya tagihan listrik rumahnya.

“Benar tagihan listrik naik, biasanya Rp800 ribu per bulan. Tapi sekarang, jadi Rp1,3 juta. Kok tinggi kali kenaikannya,” keluh Nowo.

Penjelasan bright PLN Batam, tarif dasar listrik seluruh golongan tarif tidak mengalami kenaikan pada masa pandemi corona virus diseasi 2019 (covid-19). “Bahkan sejak tahun 2017 tidak ada kenaikan,” ujar General Manager Unit Business Services (GM UBS) bright PLN Batam, Fransis Al Zauhari, Rabu (3/6/2020).

Disebutkan Fransis, ada beberapa sebab kenaikan tagihan listrik yang dialami sejumlah pelanggan selama masa pandemi covid-19. Salah satunya karena tidak ada pengecekan meteran pemakaian listrik ke rumah-rumah oleh pertugas bright PLN Batam, untuk mendukung pemerintah memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Penyebab lainnya, ada perubahan perilaku pelanggan yang lebih banyak di rumah selama masa pandemi ditambah umat muslim menjalankan Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri mayoritas di rumah saja, tidak melaksanakan tradisi pulang kampung. Sehingga, mempengaruhi tingkat pemakaian listrik.

Ditegaskan Fransis, bright PLN Batam tidak bisa menaikkan tarif listrik semena-mena, apalagi dalam situasi pandemi covid-19 seperti saat ini.

Seperti diketahui, untuk membantu memutus rantai penyebaran covid-19 bright PLN Batam tidak melakukan pembacaan stand kWh meter pelanggan pada akhir Maret dan akhir April. Sebagai gantinya, pelanggan memoto stand kWh meter dan mengirimkannya secara mandiri ke website www.plnbatam.com.

Apabila pelanggan tidak menyampaikan stand pembacaan kWh secara mandiri, bright PLN Batam akan menghitung berdasarkan pemakaian rata–rata tiga bulan sebelumnya, dimana saat itu kondisi masih normal (sebelum ada pandemi covid-19).

Berdasarkan data dari manbill (manajemen billing) bright PLN Batam, rata–rata pemakaian listrik pelanggan yang tidak mengirimkan foto stand kWh meter pada bulan Maret dan April adalah data pemakaian listrik sebelum kondisi covid-19 merebak, sehingga pemakaian listrik pada saat itu kemungkinan masih rendah.

Sesuai saran dari Ombudsman dan Komisi 3 DPRD Kepri, pada tanggal 27 sampai dengan 31 Mei 2020 kembali dilakukan pembacaan secara manual ke rumah-rumah pelanggan, oleh petugas bright PLN Batam. Setelah dilakukan pengecekan secara langsung oleh petugas catat meter, pemakaian listrik pelanggan yang tidak mengirimkan foto stand kWh meter bulan Maret dan April tersebut tidak sesuai dengan realisasi sesungguhnya.

Pelanggan dapat membandingkan angka stand meter yang ada pada info rekening listrik https://www.plnbatam.com/info-tagihan/) dengan angka stand meter saat ini di rumah pelanggan. Apabila angka stand meter yang ada di rumah pelanggan lebih besar dari angka di info rekening listrik, maka tagihan listrik tersebut dapat diyakini sudah benar.

Namun bila angka pada stand kWh meter di rumah saat ini masih lebih kecil dari angka pemakaian di info rekening listrik, dapat dilakukan dikoreksi sesuai angka stand kWh meter saat ini. Untuk melakukan koreksi rekening pelanggan dapat menghubung Contact Center 123 (0778 123). Kemudian bright PLN Batam juga menyediakan saluran tambahan untuk menanggapi keluhan atau komplain pelanggan melalui nomor-nomor di bawah ini:

• Area Pelayanan Batam Ceter 085264140077
• Area Pelayanan Nagoya 082170049409
• Area Pelayanan Batu Aji 089609845534
• Area Pelayanan Tiban 085284000611

“Manajemen bright PLN Batam mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan bright PLN Batam tetap berkomitmen untuk selalu memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat Pulau Batam.” ujarnya.(*/ted)