Apel Pengendalian karhutla

Keprisatu.com –Sepekan belakangan, musibah kebakaran yang terjadi melanda lahan kosong dan hutan. Di Batam, dalam sehari terjadi lebih dari 5 lokasi yang terjadi kebakaran di lahan terbuka hingga ke pelosok hutan di Pulau Galang .

Dalam rangka mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kepolisian Daerah (Polda) Kepri laksanakan apel gelar pasukan dalam rangka pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Apel  dilaksanakan di Lapangan upacara Polda Kepri, Rabu (24/2/21). Pimpinan apel ini yakni Pj. Gubernur Provinsi Kepri Suhajar Diantoro dan dihadiri oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman , Wakapolda Kepri Brigjen Pol Darmawan, Pangkogabwilhan I yang diwakilkan oleh As Ops Kogabwilhan I, Danlantamal IV Tanjungpinang, Danlanud RHF Batam, Pejabat Utama Polda Kepri, dan Forkopimda Provisi Kepri, serta Personil yang tergabung dildalam pengendalian karhutla.

Dalam kesempatan tersebut Pj. Gubernur Provinsi Kepri Suhajar Diantoro selaku pimpinan apel mengatakan, sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa Bapak Presiden Republik Indonesia Ir Jokowi menekankan untuk koordinasi bersama dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan beberapa hari yang lalu melalui Video Conference, yang dihadiri oleh para Menteri Kabinet, seluruh Gubernur, jajaran Kepolisian, TNI, dan Forkopimda.

“Beliau mengingatkan kepada kita semua untuk melaksanakan kegiatan ini dalam rangka penanggulangan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang rutin dilaksanakan setiap tahun serta menjadi perhatian serius kita semua,” ujar Pj. Gubernur Provinsi Kepri Suhajar Diantoro.

Pada tahun 2020, seluruh jajaran telah berhasil menanggulangi kebakaran hutan dan lahan dan Bapak Presiden berharap pada tahun ini tahun 2021 bisa dipertahankan dan bisa menjadi lebih baik lagi. Adapun arahan yang menjadi perhatian bersama yakni memprioritaskan upaya pencegahan sebelum terjadi kebakaran yang meluas.

“Infrastruktur monitoring pengendalian dan pengawasan harus semakin di update dan dibenahi sampai ketingkat bawah seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa atau Lurah, merupakan petugas digaris depan yang harus diberdayakan dalam konsep pengendalian dan pengawasan,” katanya.

Juga sekaligus mencari solusi permanen untuk pencegahan dan penganggulangan kebakaran hutan dan lahan karena faktor penyebabnya adalah kelalaian manusia. Melakukan penataan ekosistem gambut, meningkatkan penataan lahan dan hutan dan jangan sampai terlambat atau dipadamkan sebelum terjadi kebakaran dan melakukan langkah penegakan hukum oleh pihak yang berwajib tanpa kompromi dalam penegakan hukum.

“Provinsi Kepri memang tidak memiliki hutan seluas Provinsi yang lain, namun provinsi kita berbatasan dengan negara tetangga, untuk itu kita harus serius dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,” harapnya.

Untuk itu, dia meminta agar dilakukan perluasan informasi dan pemantauan hotspot. Untuk di Provinsi Kepri sepanjang Januari dengan Februari akhir ini ada 4 kejadian kebakaran di wilayah Kepri.

“Tingkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan hal ini yang disebut dengan masyarakat peduli api, oleh karena itu kerja keras ini harus dipikul oleh pundak kita bersama. Saya selaku Pj. Gubernur mengharapkan kepada seluruh Bupati, Walikota untuk bersama-sama mengkoordinir seluruh kekuatan sumber daya yang ada bersama dengan TNI-Polri untuk menangani ini dengan membentuk tim pengendalian hingga sampai Patroli dilapangan,” jelasnya.

Menurutnya, semoga tugas yang diberikan ini dapat diemban dan dijalankan sebaik-baiknya. Juga semoga menjadi kesempatan bagi semua elemen terkait untuk bekerja sama melayani masyarakat secara nyata dengan menunjukan kesiapsiagaan dan keseriusan dalam menangani karhutla.

“Semoga kita semua serius dalam menjalankan penanganan karhutla ini,” pungkasnya. (KS14)

Editor : Tedjo