Mantan napi kasus pembunuhan berbuat kriminal lagi. Dia mencabuli 6 anak di Batam

Keprisatu.com – Aksi kekerasan terhadap anak terus saja terjadi. dalam sepekan, warga Batam dikagetkan dan dibuat tercengang dengan kasus kasus kekerasan seksual.

Mirisnya kasus ini selain menimpa korbanya remaja, bahkan ada juga yang korbannya adalah anak anak . Malah ada juga yang korbannya adalah bawah lima tahun (balita).

Seperti kasus yang tengah ditangani  Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri , yang dikepalai AKBP Dhani Catra Nugraha saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Rabu (3/2/21).

Seorang   residivis kasus pembunuhan yakni berinisial UT (47) , melakukan hal tidak terpuji dengan mengerjai setidaknya enam orang . Yang membuat geregetan, dia tega melakukannya terhadap anak-anak yang beberapa diantaranya masih balita.

“Tersangka UT ini ditangkap oleh tim Subdit IV dan piket fungsi Ditreskrimum Polda Kepri saat berada di tempat tinggalnya di sebuah rumah di Kecamatan Nongsa, Kota Batam pada Selasa (2/2/21) pukul 01.50 WIB dinihari,” ujar Dhani.

Dia menjelaskan, kronologis kejadian berawal pada pada hari Senin (1/2/2) sekira pukul 23.30 WIB, datang seorang wanita dewasa yang merupakan ibu dari seorang anak perempuan berumur 4 tahun. Dimana keterangan ibu tersebut bahwa anaknya menjadi korban pencabulan oleh tetangganya.

“Jadi pada saat korban selesai melaksanakan kegiatan pengajian di Masjid perumahannya lalu tersangka ini mengajak anak tersebut dengan berpura-pura akan dibelikan bakso, kemudian tersangka melakukan aksi bejatnya yaitu mencabuli korban di pondok penggalian pasir sekira jam 19.30 WIB,” katanya.

Setelah melakukan pencabulan terhadap korban ini yang bersangkutan memberikan uang kepada korban sebesar Rp. 1.000,-. Setelah itu tersangka pulang kerumah dan melakukan masturbasi.

Pelaku Imingi Korban dengan Uang Seribu

“Menurut pengakuan tersangka juga bahwa dia melakukan hal tersebut dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi minuman keras, lalu hasratnya muncul dan melampiaskan dengan hal bejat tersebut,” ujar Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri  AKBP Dhani Catra Nugraha.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka ini, menurut pengakuannya ada 5 korban anak perempuan lainnya dengan kisaran umur dari 4 tahun sampai dengan 7 tahun. Tersangka ini merupakan residivis kasus pembunuhan di Dabok Singkep pada tahun 2004 yang lalu dan telah menjalani hukumannya selama 6 tahun.

“Modus Operandinya adalah tersangka melakukan bujuk rayu terhadap anak dibawah umur dengan memberikan uang jajan sebesar Rp.1000,-, kemudian melakukan aksi pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut,” jelasnya.

Barang Bukti yang diamankan adalah 1 celana anak-anak warna kuning, 1 baju anak lengan panjang warna kuning bermotif bunga, 1 jilbab anak warna biru, 1 kaos merah, 1 celana pendek loreng warna abu-abu,   1 celana dalam warna abu-abu, 1 kaos dalam warna biru dan 1 lembar uang pecahan Rp. 1000,-.

Pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 82 Ayat (1) dan Ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

“Ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 Tahun dan Denda sebanyak 15 Milyar Rupiah,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, kasus ini akan terus didalami lagi dan tidak menutup kemungkinan masih banyak korbannya dan lebih dari 5 orang anak perempuan dibawah umur terutama anak-anak balita. Anak-anak diumur tersebut yang sering dijadikan korban oleh tersangka ini.

“Pada saat diperiksa tersangka ini banyak mengatakan lupa, namun tentunya penyidikan kita tidak berhenti sampai disini saja,” katanya.

Saat disinggung tentang hukuman Kebiri Kimia oleh awak media, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mengatakan bahwa terkait hukuman itu nanti Hakim yang memutuskannya.

“Yang pastinya tersangka ini sudah pernah menjalani hukuman atas kasus pembunuhan, tersangka ini seorang residivis dan saya yakin nanti hukumannya akan lebih berat lagi,” pungkasnya. KS14

Editor : Joko