Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid (tengah)

Keprisatu.com – Tersangka tindak pidana penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat yakni EE yang menjanjikan pengelolaan kantin pada proyek pembangunan apartemen kepada masyarakat, terancam hukuman 6 tahun penjara.

Pelaku dikenakan pasal 378 KUHPidana dan atau pasal 372 KHUPidana dan atau pasal 263 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Hal ini dikatakan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid saat konferensi pers yang berlangsung di Mapolda Kepri, Rabu (16/9/20).

“Pelaku ini terancam hukuman 6 tahun penjara,” ujarnya yang didampingi Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Rama Patara.

Ruslan menceritakan, kasus ini berawal dari Laporan Polisi Dengan nomor Laporan Polisi : LP-B / 95 / IX / 2020 / SPKT-KEPRI, Tanggal 12 September 2020 di SPKT Polda Kepri terkait dengan tindak pidana penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat yang dilakukan oleh tersangka berinisial EE ini.

Berdasarkan Laporan Polisi tersebut, Tim Ditreskrimum Polda Kepri Melakukan penyelidikan dipimpin oleh Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Rama Patara.

“Dari hasil penyelidikan, ditemukan modus operandi yang dilakukan adalah dengan tersangka EE yang mengaku sebagai staff PT. Pembangunan Perumahan (PT. PP Persero) Tbk, yang menjabat sebagai General Manager Affair (GMA) dalam proyek pembangunan Apartemen Pollux Habibie Batam,” ujarnya.

Kemudian, tersangka juga ditunjuk sebagai General Manager Affair (GMA) dalam pembangunan Apartemen Renne Mansion di Bengkong, Kota Batam.

Pembangunannya juga akan dilaksanakan oleh PT. PP Persero yang akan dimulai pada bulan April 2020 selama 4 tahun 8 bulan dengan menyakinkan korban memperlihatkan surat tugas berkop PT. PP Persero yang berisikan penunjukan tersangka EE sbg General Manager Affair (GMA) serta surat berkop PT. PP Persero yang berisikan penetapan harga makanan.

“Hal ini membuat seolah-olah proyek pengelolaan kantin tersebut benar adanya, dan agar korban tertarik, tersangka EE mengatakan jika dalam pembangunan ini PT. PP Persero akan mendatangkan 14.000 karyawan, dan akan membuka 17 kantin yang akan ditunjuk langsung oleh PT. PP Persero melalui proses lelang tertutup,” ujarnya.

Dimana tersangka mengatakan pada para korbannya bahwa keputusan untuk memilih calon pengelola kantin merupakan kewenangan tersangka yang ditunjuk sebagai GMA. Sementara untuk harga makanan yang ditetapkan sebesar Rp. 23.800, perbungkus, sebanyak 3 kali sehari, dimana pembayaran dapat diklaim ke PT. PP Persero pada hari ke 14.

“Selanjutnya tersangka EE meminta uang sebesar Rp. 60.000.000 kepada para korban sebagai jamiinan,” ujarnya.

Selanjutnya, dari hasil penyidikan oleh Tim Subdit 2 Ditreskrimum Polda Kepri, diketahui jika tersangka EE benar pernah bekerja di PT. PP Persero dalam proyek pembangunan Apartemen Pollux Habibie Batam.

Namun bukan menjabat sebagai General Manager Affair (GMA) melainkan sebagai supir yang bekerja dari tanggal 07 mei 2018 sampai dengan tanggal 30 Desember 2019. .

“Adapun proyek pengelolaan kantin tersebut ditawarkan oleh tersangka EE kepada masyarakat mulai bulan Februari 2020, dan sampai dengan tanggal 15 September 2020 korban yang sudah datang ke Ditreskrimum polda kepri yang merasa dirugikan oleh tersangka EE sebanyak 15 orang, dengan total kerugian sementara mencapai Rp. 1.200.000.000,” ujarnya.

Selanjutnya, pada Sabtu, (12/9/20) dan sekira Pukul 12.00 WIB, Tim berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka EE Di KFC Batam Center pada saat akan bertemu dengan korban.

“Kemudian tersangka dibawa ke Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Pada kasus ini turut diamankan barang bukti 1 unit laptop merek Dell warna hitam, 1 buah cap stempel tulisan PP, 1 buah cap stempel tulisan Approved, 1 unit flashdisk (Fd) warna putih 64 Gb merek Toshiba, 1 buah buku tabungan Bank Nasional Indonesia (BNI) milik tersangka EE.

Lalu ada 1 buah kartu ATM BNI milik tersangka EE, 1 lembar Surat Nomor : 344 / Sk / PP-G1 / Pmb / Xii / 2019, berisikan keterangan pernah bekerja yang diterbitkan oleh PT. PP Persero, Divisi Gedung 1 Proyek Pollux Meisterstadt Batam, 1 unit Handphone (Hp) Merek Samsung Galaxy Note 10+ warna silver, 1 lembar Surat Berkop PT. PP Persero Tbk, Nomor : 09018 / 23-Nop / 2019 / 00345-C, Perihal : Surat Tugas Dan Tanggung Jawab, An. EE, Nip : 0003531-3-PP-G1, Jabatan : General Manager Affair (GMA), Ink : Tiga Strip Biru Top Management Project (Diduga Palsu), 1 (Satu) Lembar Surat Berkop PT. PP Persero Tbk, Nomor : 208 / Sp / PP / Phmu / 2020, Perihal : penetapan harga nlmakanan utama yang diduga palsu, 1 bundel print out Rekening Koran Bank Nasional Indonesia (BNI) milik tersangka EE.

“Selain itu juga ada 1 unit CPU Merk Hp, warna hitam sylver model Dc7900 Ultra Slim Desktop, Intel Core 2, 1 Unit Lcd monitor merek Hp, model L1710, warna hitam sylver, 1 unit Keyboard merek Hp warna hitam, sylver, 1 unit mouse merek Dell warna hitam dan 1 unit printer merek Canon, Model Ip 2770 warna hitam,” tutupnya. (KS14)

Eeitor : tedjo