Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, saat ekspose kasus aborsi

Keprisatu.com – Pasangan kekasih berinisial Ra (20) dan PS (27) di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau nekat melakukan aborsi terhadap janin berusia 6 bulan.

Perbuatan itu dilakukan sepasang kekasih itu karena merasa malu dan belum siap untuk memiliki anak. Ra dan PS lakukan aborsi dengan meminum obat pengugur kandungan yang dibelinya secara online.

Aksi kedua sejoli itu diketahui warga karena curiga terhadap gelagatnya saat hendak mengubur janin. Hal itu langsung dilaporkan warga kepada pihak yang berwajib.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan, pada hari Kamis (18/3/2021) pihaknya mendapatkan informasi bahwa telah terjadi tindak aborsi di wilayah Kecamatan Tebing.

“Kita menerima laporan terkait adanya seseorang yang mengubur Janin. Kita lakukan penelusuran terkait informasi itu dan ternyata benar,” kata Adenan, Sabtu (20/3/2021).

Adenan menceritakan, tindakan aborsi yang dilakukan oleh keduanya baru diketahui pada Kamis pagi (18/3) sekitar pukul 09.00 WIB, di kediaman PS.

Informasi tersebut mulanya diketahui oleh RT setempat, kemudian melaporkan kepada pihak Kelurahan dan diteruskan ke Babinkamtibmas.

“Malam harinya sebelum ketahuan adanya tindakan aborsi, warga sempat mendengar ada teriakan dari rumah tersangka PS. Akan tetapi warga tidak terlalu memperdulikannya. Saat itu, ternyata tersangka PS sedang kontraksi menahan sakit,”katanya

Ia mengatakan, hubungan gelap keduanya sudah terjalin hampir satu tahun, status PS saat ini sudah bersuami dan dikaruniai satu orang anak, namun sudah lama ditinggal tanpa status cerai.

“Jadi mereka berdua ini tidak ada hubungan yang jelas,” katanya.

Adenan menjelaskan, janin hasil aborsi itu awalnya dikuburkan di belakang rumah PS. Sebelum dikubur, janin itu dibungkus menggunakan kantong plastik.

Akan tetapi, kuburan janin itu kembali dibongkar oleh RA, karena masih ada bagian- bagian yang tertinggal, termasuk ari-ari janin.

“Jadi janin itu dua kali dikubur, karena awalnya belum lengkap,” katanya.

Kapolres mengatakan, barang bukti yang berhasil diamankan antara lain, cangkul yang digunakan untuk menguburkan janin, serta beberapa jenis kain dan pakaian sebagai pendukung untuk melakukan aborsi.

“Kondisi tersangka PS saat ini masih terbaring lemas di rumah sakit, kedua tersangka tetap kita proses secara profesional. Semoga ini menajdi efek jera bagi kita semua, agar tidak melakukan aborsi atau hal-hal yang menghilangkan nyawa orang lain,” kata Adenan lagi.

Terhadap kedua tersangka, dikenakan pasal 341 dan pasal 341, yakni membantu dalam hal terjadinya menghilangkan nyawa anak yang dikandung oleh seorang ibu.

RA sendiri mengaku menyesal atas perbuatannya, menghilangkan nyawa sang buah hati dengan cara aborsi.

“Saya meras bersalah, menyesal juga,” kata Ra itu saat diinterogasi Kapolres Karimun.

RA mengaku kenal dengan PS saat bekerja di salah satu minimarket, kemudian semakin dekat dan menjalin asmara.(KS12)

Editor : Tedjo