Menko Marves meminta wilayah labuh jangkar dipantau, kalau perlu pakai drone.
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan disambut oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Hang Nadim Batam, Kamis (19/3/2021). (Foto: Humas Kepri)

Keprisatu.com – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan meminta ada pemantauan terhadap wilayah labuh jangkar di perairan Kepri. Bila perlu, pemantauan dengan menggunakan drone.

”Karena ini penting dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara, bila perlu penyediaan drone atau satelit untuk memantau ini semua,” ujar Luhut dalam kunjungannya ke Batam, Kamis (18/3/2021).

Untuk itu, Luhut meminta kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) untuk membantu Tim Satgas Pengawasan Labuh Jangkar Kepri dalam memantau wilayah labuh jangkar.

Menurut Luhut, peran dan sinergitas bersama TNI-Polri sangat perlu dalam menjaga pertahanan negara dan keamanan guna menjamin kelangsungan investasi.

”Sepanjang aturan kita buat jelas dan terintegrasi, ini akan menarik buat kapal untuk labuh jangkar di wilayah kita,” kata Luhut.

Dia juga menegaskan agar semua pihak mengesampingkan ego sektoral demi kemajuan bangsa. Cita-cita yang akan Kepri wujudkan, akan sulit tercapai bila berbeda pandangan dan tujuan.

“Semua pekerjaan harus kita integrasikan guna menyatukan pendapat, pandangan, dan keputusan agar capaian yang kita harapkan bisa terwujud dengan baik,” kata Menko Luhut saat baru tiba di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kamis (18/3/2021).

Di Hang Nadim, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut kunjungan empat menteri ke Batam. Selain Menko Luhut, ada Menko Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Mendag Muhamad Lutfi, dan Menkeu Sri Mulyani.

BACA BERITA TERKAIT:

Dicari! Solusi Mengoptimalkan Jasa Labuh Jangkar

Gerak Cepat Gubernur Ansar, Resmikan 4 Titik Lagi Labuh Jangkar

Tancap Gas! Ansar Tarik Perdana Retribusi Labuh Jangkar

Perkembangan Terkini Labuh Jangkar

Gubernur Ansar menceritakan upaya pemulihan ekonomi Kepri yang antara lain dengan mengoptimalkan jasa labuh jangkar. Ansar menyampaikan perkembangan terkini labuh jangkar di wilayah Kepri seperti Perairan Pulau Nipah, Perairan Karimun, Perairan Galang, Perairan Kabil Selat Riau, Perairan Tanjung Berakit, dan Perairan Batam.

Selama Februari, untuk sementara daerah memperoleh pemasukan sebesar Rp42 juta per hari atau Rp1,38 miliar. Selanjutnya Kepri menargetkan sebesar Rp700 juta per hari atau 255 miliar per tahun.

Pemprov Kepri mendukung penuh kegiatan optimalisasi labuh jangkar dengan membentuk satgas dan tim. Yang pertama membentuk Tim Satgas Pengawasan Labuh Jangkar yang dikomandoi oleh Dan Guskamlabar. Kemudian membentuk Tim Pengembangan Infrastruktur, Investasi, dan Promosi Kawasan Labuh Jangkar. Pemprov Kepri juga akan melakukan penataan kawasan perairan. (ks04)