
Keprisatu.com – Ratusan warga terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, hingga kini masih mengungsi di balai desa setempat. Pengungsian dilakukan sebagai langkah darurat untuk menjamin keselamatan warga, sambil menunggu kebijakan lanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penanganan pascabencana.
Proses pengungsian sementara tersebut ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Warga yang rumahnya terdampak longsor ditempatkan di Kantor atau Balai Desa Pasirlangu sebagai lokasi pengungsian utama.
Kepala Kantor SAR (Kakansar) Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan bahwa penanganan para pengungsi telah dikoordinasikan secara intensif bersama pemerintah daerah. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar para korban, seperti tempat tinggal sementara, logistik, dan pelayanan darurat dapat terpenuhi.
“Untuk sementara, para korban longsor kami tempatkan di kantor atau Balai Desa Pasirlangu sambil menunggu perkembangan dan kebijakan lanjutan dari pemerintah provinsi,” ujar Ade Dian Permana.
“Untuk pengungsian memang sudah ditangani oleh pemerintah daerah. Saat ini ditempatkan di kantor desa, dan dalam waktu dekat akan ada rilis dari Pak Gubernur terkait rencana pemindahan pengungsi dari lokasi pengungsian di balai desa ini,” ujar Ade di Posko Desa Pasirlangu, Sabtu malam, 24 Januari 2026.
Berdasarkan data sementara, jumlah pengungsi yang berada di lokasi mencapai ratusan orang. Ade menyebut laporan terakhir menunjukkan sekitar 300 hingga 400 warga terdampak longsor mengungsi di balai desa.
“Dari laporan yang kami terima, jumlah pengungsi sekitar 300 sampai 400 orang,” kata Ade.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, turut memastikan kondisi para pengungsi menjadi perhatian utama aparat dan pemerintah. Rudi menyebutkan, seluruh kebutuhan dasar para pengungsi akan segera dipenuhi.
“Semuanya kami perhatikan, kondisi saudara-saudara kami yang ada di penampungan ini kurang lebih sekitar 400 orang. Tadi sudah kami dengar langsung apa saja yang mereka butuhkan dan akan segera kami penuhi,” ujar Rudi.
Selain pemenuhan kebutuhan logistik, aparat juga menyiapkan layanan trauma healing, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana longsor.
“Tim trauma healing akan segera kami turunkan untuk menghibur anak-anak dan pengungsi lainnya. Kebutuhan seperti obat-obatan juga akan kami lengkapi, karena ada beberapa yang sakit. Selain itu kasur dan selimut juga disiapkan mengingat kondisi cuaca yang dingin,” kata Rudi. (*)
Sumber : cnbc