
Batam, Keprisatu.com – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Batam mengikuti simulasi pengelolaan proyek dan penanganan krisis dalam kegiatan Leadership Incubator, Sabtu (3/10/2026).
Dalam kegiatan yang digelar di Kampus Universitas Batam tersebut, peserta menyusun proposal dan TOR, membagi tugas dalam tim, membuat rencana pelaksanaan dan mitigasi risiko, menghadapi skenario krisis, hingga mempresentasikan strategi eksekusi proyek.
Kegiatan ini diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (HMSI) Universitas Batam melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) sebagai latihan kepemimpinan lanjutan bagi mahasiswa.
Leadership Incubator ditujukan untuk mempersiapkan mahasiswa yang akan mengambil peran dalam kepengurusan dan pengelolaan organisasi, khususnya Himaprodi.
Kaprodi Sistem Informasi Universitas Batam, Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom., mengatakan program tersebut dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola organisasi.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi mengalami langsung bagaimana mengelola pekerjaan dan tim. Mereka harus mampu menetapkan tujuan, membagi tugas, mengelola waktu, menghadapi risiko, mengambil keputusan, dan mempertanggungjawabkan hasil.”
Adaptasi Kerangka Project Management
Menurut Fendi, kurikulum Leadership Incubator mengadopsi prinsip Project Management Professional (PMP) framework yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi mahasiswa.
Kerangka tersebut diterapkan mulai dari proses inisiasi, perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan pengendalian, pengelolaan risiko serta perubahan, hingga evaluasi dan penutupan proyek.
“Kegiatan organisasi mahasiswa pada dasarnya banyak berbentuk proyek. Ada target, waktu, sumber daya, stakeholder, risiko, dan hasil yang harus dicapai. Kerangka project management kami adaptasi agar mahasiswa memiliki cara kerja yang sistematis ketika nantinya mengelola program kerja Himaprodi,” ujar Fendi.
Ia menegaskan, PMP dalam kegiatan tersebut bukan diberikan sebagai materi sertifikasi profesional, melainkan sebagai kerangka berpikir dalam mengelola pekerjaan.
“Mahasiswa belajar bagaimana memulai proyek, merencanakan, mengeksekusi, memonitor, mengendalikan risiko dan perubahan, kemudian menutup serta mengevaluasi proyek,” katanya.
Mahasiswa Dihadapkan pada Skenario Krisis
Rangkaian kegiatan diisi sejumlah akademisi dan praktisi.
Sulthonah Luthfi Annur Bay, Wakil Presiden BEM Polibatam, membawakan materi Proposal & TOR Sprint. Selanjutnya, Dr. Ns. Ana Faizah, S.Kep., M.Biomed., Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Batam, memberikan materi Project Management & Team Execution.
Materi Team Building, Team Communication & Coordination disampaikan Adv. Hadyanna Prathita Rahayu, S.H., M.H., Direktur PT Sinergi Digdaya Mulya.
Peserta kemudian mengikuti sesi Leadership Mindset bersama Asep Muhammad Yusuf Abdul Aziz, CEO RAM Showroom.
Pada sesi Crisis Challenge, Ir. Adri Wislawawan, ST., Komisioner KPU Kota Batam, memberikan skenario masalah yang harus diselesaikan setiap kelompok.
Peserta dituntut menganalisis situasi, menentukan prioritas, memilih alternatif, mengambil keputusan, serta menyusun crisis response plan.
“Kami sengaja memasukkan unsur krisis karena dalam organisasi tidak semua persoalan dapat diprediksi. Pemimpin harus mampu tetap berpikir dan mengambil keputusan ketika informasi terbatas dan waktu yang tersedia sempit,” kata Fendi.
Sementara itu, Randa Erizal, CEO Youth Creative Corner, memberikan materi Project Communication & Coordination. Peserta dilatih menyampaikan ide dan strategi sekaligus menyusun rencana komunikasi dan action plan.
Kegiatan ditutup dengan presentasi proyek setiap kelompok dan penyusunan Personal Action Plan sebagai rencana pengembangan kepemimpinan peserta.
PSDM HMSI Siapkan Calon Pengurus
Ketua HMSI Sistem Informasi Universitas Batam, Muhammad Faris Adyla, mengatakan Leadership Incubator merupakan bagian dari kaderisasi berbasis kompetensi yang dikembangkan oleh Bidang PSDM.
“Kami ingin calon pengurus HMSI memiliki pengalaman sebelum menerima tanggung jawab organisasi. Mereka tidak hanya belajar bagaimana memimpin, tetapi juga mengalami bagaimana membagi tugas, menyelesaikan masalah, menghadapi perubahan, dan memastikan pekerjaan selesai.”
Menurut Faris, pendekatan berbasis proyek relevan dengan aktivitas Himaprodi karena sebagian besar program kerja organisasi memiliki karakteristik proyek.
“Hasil kegiatan ini bukan hanya dokumen proyek, tetapi pengalaman kerja tim dan proses pengambilan keputusan yang bisa menjadi bekal ketika mereka masuk dalam kepengurusan.”
Leadership Incubator merupakan tahap lanjutan setelah Talent Bootcamp dan menjadi bagian dari jenjang pengembangan kepemimpinan HMSI Sistem Informasi sebelum peserta diarahkan ke Leadership Accelerator.
Melalui jenjang tersebut, HMSI Sistem Informasi Universitas Batam menargetkan mahasiswa tidak hanya memiliki keberanian mengambil peran, tetapi juga kemampuan mengelola tim, proyek, risiko, dan krisis dalam menjalankan organisasi. (tjl)