Keprisatu.com – Tumpukan sampah plastik yang terus meningkat menjadi ancaman serius bagi lingkungan Kota Batam. Plastik sekali pakai yang dibuang sembarangan mencemari laut, menyumbat drainase, merusak ekosistem, bahkan berpotensi masuk ke rantai makanan manusia.
Dampak jangka panjangnya bukan hanya persoalan kebersihan kota, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Kesadaran terhadap bahaya tersebut mendorong Lanud Hang Nadim aktif berpartisipasi dalam Gerakan Batam ASRI yang digelar Pemerintah Kota Batam.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus wujud komitmen mendukung visi Batam ASRI: Aman, Sejahtera, Rapi, dan Indah.
Gerakan diawali dengan apel pencanangan di Dataran K-Square, Batam Center, Rabu (11/2/2025). Kadister Lanud Hang Nadim Kapten Sus Firmansyah Wisnu menegaskan bahwa penggunaan plastik sekali pakai harus ditekan karena dampaknya merusak lingkungan dalam jangka panjang.
Lanud Hang Nadim mendorong seluruh personelnya mengurangi konsumsi plastik dan beralih ke bahan ramah lingkungan sebagai langkah nyata perubahan perilaku. Upaya kolektif seperti ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat luas agar pengelolaan sampah tidak lagi dianggap sepele, melainkan tanggung jawab bersama.
”Dengan mengurangi penggunaan plastik, kita dapat membantu mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan dan mendukung upaya pelestarian alam,” ujarnya.
Dilain kesempatan, Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla., menyampaikan beberapa langkah yang telah dilakukan oleh Lanud Hang Nadim sejak bulan Agustus 2025 antara lain melaksanakan program Go Green serta penggunaan botol air minum dan mengadakan sosialisasi tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik.
”Gerakan Zero Plastic ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita semua. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita agar tetap bersih dan sehat,” tambah Danlanud.
Gerakan Batam ASRI ini melibatkan ASN, perangkat daerah, BP Batam, Forkopimda, DPRD, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha. (tjo)