Seorang polisi memasangkan masker kepada anak-anak dalam sosialisasi protokol kesehatan di Karimun, Jumat (11/9/2020).

Keprisatu.com – Bupati Karimun menerbitkan Peraturan Bupati nomor 49 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum dalam upaya pengendalian Covid-19. Salah satu sanksinya adalah denda Rp50 ribu bagi pelanggar protokol kesehatan.

“Perbupnya sudah saya teken,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kamis (11/9/2020).

Dalam Perbup tersebut, terdapat sejumlah sanksi yang dikenakan kepada pelanggar protokol kesehatan. Sanksi itu terdiri dari beberapa bagian antara lain sanksi individu dan sanksi pelaku usaha.

Terhadap Individu, sanksi yang dikenakan antara lain denda administratif sebesar Rp50 ribu dan kerja sosial membersihkan fasilitas umum dan publik selama 1 jam.

Sementara bagi pelaku usaha, sanksi meliputi, teguran dan tertulis bagi pelanggar. Bahkan, juga terdapat sanksi berupa penghentian usaha selama 3 hari hingga 7 hari dan denda administratif kisara Rp 500 ribu- Rp 2 juta serta pencabutan izin usaha.

Nantinya, sanksi denda administratif tersebut ditransfer ke kas daerah atau petugas yang ditunjukkan oleh Bupati Karimun. Pembayaran denda administratif paling lambat dilakukan 1 x 24 jam setelah sanksi dijatuhkan.

Pengenaan sanksi tersebut juga dikatakan tidak mengurangi kewajiban pelaku usaha terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19. Penerapan sanksi pelanggaran protokol kesehatan tersebut dilaksanakan oleh Satpol PP Karimun dengan melibatkan perangkat daerah, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya. (KS 12)

Editor: zaki